Brigjen Nugroho Wibowo Diduga Terlibat Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra

    Siti Yona Hukmana - 16 Juli 2020 20:29 WIB
    Brigjen Nugroho Wibowo Diduga Terlibat Penghapusan <i>Red Notice</i> Djoko Tjandra
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Nugroho Wibowo diduga terlibat penghapusan red notice buronan kasus korupsi hak tagih Bank Bali, Djoko Soegiarto Tjandra. Jenderal bintang satu itu masih diperiksa Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.

    "Dari pemeriksaannya yang bersangkutan diduga melanggar kode etik," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 16 Juli 2020.

    Argo mengatakan propam masih mengulik keterangan Nugroho. Propam juga mencari bukti keterlibatan Nugroho melalui keterangan saksi.

    "Ada yang mengetahui, yang melihat atau yang mendengar, nanti kita akan lakukan pemberkasan untuk kode etik," ujar Argo.

    Baca: Polri Bentuk Tim Usut Oknum yang Terlibat Bantu Djoko Tjandra

    Namun, Argo belum bisa memastikan red notice Djoko terhapus oleh Polri atau instansi lain. Menurut dia masih dalam penyidikan.

    "Kalau sudah lewat penyidikan baru nanti kita bisa tahu detailnya sepeti apa, ini kan baru Propam. Jadi nanti kita akan mengetahui bagaimana tentang kode etik disiplin berkaitan itu," kata mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu.

    Sebelumnya, pihak Imigrasi buka suara terkait masuknya Djoko ke Indonesia. Ditjen Imigrasi menyebut status red notice Djoko sudah berakhir sejak Mei 2020.

    Dalam hal ini hanya Kejaksaan Agung yang bisa memperpanjang status red notice. Imigrasi hanya menjalankan perintah dari Sekretaris NCB Interpol.

    (JMS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id