Kejagung Gali Lagi Keterangan Heru Hidayat

    Kautsar Widya Prabowo - 12 Februari 2020 01:54 WIB
    Kejagung Gali Lagi Keterangan Heru Hidayat
    Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Hari Setiyono. Foto: Medcom/Cindy
    Jakarta: Tim penyidik Kejaksaan Agung memeriksa Komisiaris Utama PT Trada Alam Mineral, Heru Hidayat. Ia kembali digali keterangannya terkait dugaan tindak pidana korupsi PT Asuransi Jiwasraya.  

    "Tersangka yang diperiksa hari ini Heru Hidayat," ujar Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Hari Setiyono saat dikonfirmasi, Selasa, 11 Februari 2020.

    Selain itu, Korps Adhiyaksa juga memeriksa 11 saksi kasus yang diduga merugikan negara Rp13,7 triliun itu. Mereka ialah Direktur PT Prospera Asset Management, Elisabeth Dwika Sari, Direktur Finasial PT Gunung Bara Utama,  Johan Siboney Handojono, tim pengelola investasi PT GAP Capital, Akbar Kuncoro. 

    Beberapa pejabat di lingkup PT Asuransi Jiwasraya yang ikut diperiksa yaitu Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Dicky Kurniawan, pejabat sementara Kepala Bangian Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Candra Triana, Kepala Divisi Operasioal Bisnis Retail  PT Asuransi Jiwasraya, Buddy Nugraha, serta Kepala Divisi Atuaria PT Asuransi Jiwasraya,
    Iswardi.

    Kejagung Gali Lagi Keterangan Heru Hidayat
    Ilustrasi Jiwasraya MI/Ramdani

    Kemudian, terdapat dua saksi yang namanya disamarkan menjadi Catherine dan Jimmy Sutopo. Terkahir, dua saksi mengaku keberatan atas pemblokiran rekening oleh Kejagung, yaitu Bachtiar Effendi dan Tjan Ming Seng.

    Kejagung menetapkan enam tersangka terkait kasus dugaan korupsi di Jiwasraya. Mereka ialah Benny Tjokrosaputro, Heru, Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim, eks Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan, eks Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo, dan Direktur Utama PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto. 

    Mereka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b UU Nomor 31 Tahun 1999 Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 3 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Benny dan Heru juga dikenakan Pasal 3, 4, dan 5 Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id