comscore

Pembacaan Dakwaan Irjen Napoleon Bonaparte Ditunda

Aria Triyudha - 18 Maret 2022 03:42 WIB
Pembacaan Dakwaan Irjen Napoleon Bonaparte Ditunda
Suasana persidangan perdana Irjen Napoleon Bonaparte dan empat orang lainnya selaku terdakwa kasus dugaan penganiayaan M Kece di PN Jaksel, Kamis, 17 Maret 2022. Medcom.id/Aria Triyuda
Jakarta: Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menunda sidang pembacaan surat dakwaan terdakwa kasus penganiayaan Muhammad Kece, Irjen Napoleon Bonaparte. Sidang akan dilanjutkan pada Kamis, 24 Maret 2022.

"(Hal) terpenting nomor satu, (sidang) berlangsung dengan lancar, itu esensi daripada persidangan ini," kata Ketua Majelis Hakim, Djuyamto, di ruang sidang utama PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Pasar Minggu, Jakarta, Kamis, 17 Maret 2022.
Menurut Majelis Hakim, Irjen Napoleon Bonaparte dan empat terdakwa lainnya dalam kasus dugaan penganiayaan M. Kece  akan dihadirkan secara langsung di ruang sidang PN Jaksel pada pekan depan.

Sidang dakwaan Irjen Napoleon Bonaparte dan empat orang lainnya seharusnya dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada hari ini. Namun, sidang itu diwarnai protes.

Salah satu kuasa hukum terdakwa Irjen Napoleon Bonaparte, Eggy Sudjana, memprotes majelis hakim lantaran sidang digelar virtual. Eggy ingin Irjen Napoleon dihadirkan langsung di ruang sidang PN Jaksel.

Protes itu dikemukakan sesaat sebelum JPU membacakan surat dakwaan Irjen Napoleon Bonaparte. Menurut Eggy, seorang terdakwa berhak dihadirkan langsung dalam persidangan. Terlebih, Irjen Napoleon juga mengingingkan hadir di ruang sidang PN Jaksel.

Eggy juga menyampaikan sidang itu sejatinya tidak perlu digelar lantaran sudah ada kesepakatan damai antara Irjen Napoleon dan M Kece. Kesepakatan ini mengemuka dari surat yang ditulis M Kece.

"Kenapa ada sidang ini, mereka sudah sepakat kok untuk berdamai," ujar Eggy.

Baca: Terungkap, Irjen Napoleon Suruh Tahanan Buat Surat Pencabutan Laporan M Kece

Irjen Napoleon menganiaya M Kece di umah Tahanan Bareskrim Polri pada Kamis, 26 Agustus 2021. Penganiayaan itu berawal saat Irjen Napoleon bersama tiga tahanan masuk ke sel M Kece sekitar pukul 00.30 WIB.

Irjen Napoleon menyuruh salah satu tahanan mengambil plastik putih berisi kotoran manusia di selnya. Dia lalu melumuri tinja itu ke wajah dan tubuh M Kece.
 
Dia juga memukul tersangka penistaan agama itu. Penganiayaan terjadi sekitar satu jam hingga pukul 01.30 WIB. Setelah selesai, Irjen Napoleon dan tiga tahanan kembali ke sel.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id