comscore

Runtuhnya Asa Bekerja Sebagai Nakes di Bekasi Karena Tak Punya Rp50 Juta

Candra Yuri Nuralam - 15 Januari 2022 05:36 WIB
Runtuhnya Asa Bekerja Sebagai Nakes di Bekasi Karena Tak Punya Rp50 Juta
Ilustrasi suap. Medcom.id
Jakarta: Beberapa pekan sebelum Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sejumlah tenaga kesehatan (nakes) di wilayah penyangga Ibu Kota itu dipecat. Pemecatan tanpa alasan jelas.

Salah satunya analis sampel covid-19 di Puskesmas Bekasi, Qori (bukan nama sebenarnya). Pegawai dengan status bantuan operasional kesehatan (BOK) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) itu diberhentikan setelah tiga tahun bekerja.
"Kami dikeluarkan gara-gara tidak sesuai, kenapa baru tiga tahun dibilang tidak sesuai? Sedangkan kemarin (pas pandemi) covid-19 (mengganas) kami paling depan," kata Qori kepada Medcom.id, Jumat, 14 Januari 2022.

Qori menilai pemecatannya ganjil. Pasalnya, kontrak kerja disetop hanya melalui pembicaraan dalam grup WhatsApp. Sampai saat ini dia mengaku belum ada satu pun atasan yang memberikan penjelasan.

"Ini bukan tertulis (pemecatannya) dan saya diberhentikan dari Puskesmas cuma lewat grup WhatsApp, tidak ada pemanggilan dari atasan," ujar dia.

Qori juga mengaku tidak pernah ada keputusan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi terkait pemutusan kerja tersebut. Semua informasi terkait pemecatan yang diminta tidak pernah diberikan oleh atasannya.

Namun, sebelum pemecatan, salah satu atasan pernah menawarkannya menjadi tenaga kerja kontrak (TKK) medis di Bekasi. Tapi, tawaran itu bersyarat.
 







Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id