comscore

Cegah Hoaks Jelang Pemilu 2024, Polri Edukasi Masyarakat di Dunia Maya

Siti Yona Hukmana - 24 Januari 2022 23:20 WIB
Cegah Hoaks Jelang Pemilu 2024, Polri Edukasi Masyarakat di Dunia Maya
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Jakarta: Penyebaran hoaks atau berita bohong diprediksi menjamur pada tahun ini. Polri berupaya mengantisipasi penyebaran hoaks terus menjamur hingga menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

"Ya kita melakukan edukasi, baik dunia nyata maupun dunia maya," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 24 Januari 2022.

 



Ramadhan mengatakan anggota Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dan Pembina Masyarakat (Binmas) bisa memberikan edukasi kepada masyarakat di dunia nyata. Sedangkan, dunia maya diantisipasi dengan melakukan imbauan menggunakan akun-akun miliki Polri.

"Untuk mengingatkan hal tersebut kepada masyarakat," ujar jenderal bintang satu itu.

Dia mengatakan Polri senantiasa mengantisipasi penyebaran hoaks. Antisipasi itu dilakukan dengan pendekatan preemtif dan persuasif, yakni menyampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial (medsos).

"Dalam hal menerima informasi kita mengimbau menyaring dahulu atau memfilter dahulu baru membagikan. Itu bentuk upaya yang dilakukan pihak Polri untuk mengantisipasi hal tersebut (penyebaran hoaks)," ungkap Ramadhan.

Ramadhan meminta masyarakat menghindari penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian. Menurut dia, sudah banyak kasus ujaran kebencian dan berita bohong yang dilaporkan ke polisi. Meski tak menyebut angka kasus, dia meminta masyarakat berhati-hati agar tak berujung dipenjara.

"Ini sebuah pengalaman berharga agar masyarakat ketahui, pembelajaran bagi masyarakat agar tidak melakukan perbuatan atau hal yang sama," ucap mantan Kabag Penum Divisi Humas Polri itu.

Baca: Antisipasi Politik Uang, Pengawasan pada Pemilu 2024 Diminta Diperketat

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo memprediksi 2022 sampai menjelang 2024 penyebaran hoaks terus bermunculan. Dedi merasakan situasi yang pernah terjadi pada 2019 berulang pada awal Januari 2022. Yakni, eskalasi atau peningkatan gangguan kamtibmas.

"Posisinya mendekati tahun-tahun politik atau mendekati pesta demokrasi di 2024, meskipun masih beberapa tahun lagi, tapi isu-isu yang berkembang ini sudah mulai mengarah ke sana," ungkap Dedi, Rabu, 12 Januari 2022.

Dia menyebut pada 2019 terjadi perang informasi, perang survei, politik identitas, perang psikologis, money politic, perang informasi dan teknologi (IT), kampanye hitam. Kemudian, kampanye negatif, serta penyebaran berita bohong. Dia tak ingin hal itu terjadi pada 2022.

"Ini menjadi tantangan kita bersama. Data kita, 170 juta pengguna media sosial aktif ini perlu literasi-literasi dalam rangka meluruskan informasi, konten berita yang boleh dikatakan sangat lemah verifikasi dari sumber, sehingga muncul hoaks tersebut," kata Dedi.

Dedi menggandeng semua elemen masyarakat dalam mengantisipasi penyebaran hoaks. Dia meyakini banyak tokoh muda mampu memerangi berita-berita hoaks, memberi literasi, edukasi, dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Sehingga, bangsa ini tidak mudah terpecah belah," ujar jenderal bintang dua itu.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id