Indriyanto: Presiden Bisa Tunjuk Langsung Dewas KPK

    Candra Yuri Nuralam - 29 April 2021 12:29 WIB
    Indriyanto: Presiden Bisa Tunjuk Langsung Dewas KPK
    Indriyanto Seno Adji (depan)/Antara/Akbar Nugroho Gumay



    Jakarta: Anggota Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Indriyanto Seno Adji mempertanyakan maksud Indonesia Corruption Watch (ICW) yang meminta pelantikannnya dibatalkan. Indriyanto menegaskan presiden berwenang menunjuk langsung anggota Dewas KPK.

    "Di Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 kan seperti itu, pertama kali ditunjuk langsung presiden, setelahnya baru, misalnya ada periode kedua itu harus lewat panitia seleksi," kata Indriyanto di Kantor Dewas, Jakarta Selatan, Kamis, 29 April 2021.






    Indriyanto mengatakan pemilihan penggantian antar waktu untuk anggota Dewas merupakan hak prerogatif presiden. ICW dinilai salah mengartikan beleid itu usai menyebut pemilihannya tidak sesuai aturan yang berlaku.

    "Di Undang-Undang 19/2019 kan udah disebutkan pertama kali ditunjuk oleh presiden," ujar Indriyanto.

    Sementara itu, Anggota Dewas Syamsuddin Haris menilai pemilihan Indriyanto tidak menyalahi aturan. Menurut dia, penunjukan anggota Dewas hanya bisa dilakukan presiden.

    "Soal pengganti almarhum Pak Artidjo sebagai anggota Dewas tentu saja merupakan wewenang presiden. Dewas dalam posisi menerima siapa pun yang akhirnya ditunjuk oleh presiden," ujar Syamsuddin.

    Baca: Indriyanto Teken Pakta Integritas Sebagai Dewas KPK

    Sebelumnya, ICW menilai penunjukan Indriyanto Seno Adji sebagai anggota Dewas KPK menyalahi aturan. ICW minta Presiden Joko Widodo (Jokowi) membatalkan keputusannya.

    "Dalam Pasal 37 E ayat (2) UU 19/2019 jo Pasal 15 PP 4/2020 secara terang benderang disebutkan bahwa Presiden harus membentuk panitia seleksi terlebih dahulu jika kemudian ada anggota Dewan Pengawas yang berhenti karena meninggal dunia," kata peneliti dari ICW Kurnia Ramadhana melalui keterangan tertulis, Kamis, 29 April 2021.

    ICW tidak melihat adanya pembentukan panitia seleksi untuk mengisi posisi Artidjo Alkostar di dalam struktur keanggotaan Dewas KPK. Jokowi dinilai salah cara memilih Indriyanto. ICW bahkan meminta Jokowi batalkan pemilihan Indriyanto sebagai Dewas KPK.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id