KPK Selisik Pencairan Anggaran Proyek Gereja Mimika

    Dhika Kusuma Winata - 13 November 2020 16:44 WIB
    KPK Selisik Pencairan Anggaran Proyek Gereja Mimika
    Ilustrasi KPK. Medcom.id/Fachri Auhdia Hafiez
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mendalami dugaan penyimpangan pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 di Mimika, Papua. Penyidik memeriksa sejumlah saksi.

    "Penyidik mendalami perihal proses pencairan anggaran dalam proyek ini yang berhubungan dengan perkara," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri, Jumat, 13 November 2020.

    Penyidik memanggil tujuh saksi. Mereka, yakni Bendahara Pengeluaran Bagian Kesra Setda Mimika Tahun 2015-2016 Deassy Ceraldine, PNS Setda Mimika dan mantan anggota Panitia Pengadaan Pekerjaan Tahap 2 TA 2016 Tahun 2015-2016 Yulita Ada.

    Kemudian, Direktur PT Neweinemki Anton Bukaleng, Direktur PT Nemangkawi Jaya Alexander Omaleng, Direktur CV Kawanua Jaya Kasman, staf administrasi PT Kuala Persada Papua Nusantara Mardiyaningsih, dan Karyawan PT Swarna Bajapacific Taufik Hariswara. Pemeriksaan digelar di Kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Papua, Jayapura.

    Sebelumnya, penyidik memeriksa Bendahara Pengeluaran Khusus Bantuan BPKAD Kabupaten Mimika Agustina Saklil. Penyidik juga memeriksa Kasubbag pada Setda Mimika Rahmawati Rasyid, dan Kepala Bidang Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Bappeda Mimika Lalu Mikson.

    Penyidik juga memeriksa Ketua Panitia Peneliti Pelaksanaan Kontrak Pekerjaan Tahap 1 dan 2 TA 2015-2016 Risiard Waromi. Staf Bagian Kesra Setda Mimika Abi Bua Rano dan Sekretaris Panitia Pengadaan Pekerjaan Tahap 1 TA 2015 Yuricha Belo turut diperiksa.

    "Para saksi didalami pengetahuannya terkait dengan tugas dan peran dari panitia pengadaan barang dan jasa saat proses lelang yang berhubungan dengan perkara ini," kata Ali.

    Ali menyebut penyidik masih mengumpulkan alat bukti dan memeriksa sejumlah saksi. Komisi Antirasuah belum bisa membeberkan detail perkara dan pihak-pihak yang diduga terlibat sebagai tersangka.

    KPK baru akan mengumumkan tersangka dan detail kasus secara resmi saat penahanan. Hal itu sesuai kebijakan baru pimpinan KPK Firli Bahuri.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id