Saksi Korupsi Bansos Covid-19 Dibawa ke Lokasi Penggeledahan

    Candra Yuri Nuralam - 19 Januari 2021 18:15 WIB
    Saksi Korupsi Bansos Covid-19 Dibawa ke Lokasi Penggeledahan
    Saksi pihak swasta Daning Saraswati. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam



    Jakarta: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa pihak swasta Daning Saraswati terkait kasus dugaan korupsi pengadaan bantuan sosial (bansos) covid-19 di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi pada 2020. Penyidik juga membawa Daning ke salah satu lokasi penggeledahan.

    "Untuk mengambil beberapa dokumen yang terkait dengan perkara ini," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Selasa, 19 Januari 2021.






    Ali tidak mengungkap lokasi yang dimaksud. Termasuk, dokumen yang diambil penyidik.

    "Perkembangan hasil pemeriksaan akan kami informasikan lebih lanjut," tutur Ali.

    Dia menuturkan Daning dikonfirmasi sejumlah temuan penyidik dalam kasus yang menyeret mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara itu. Penyidik juga mendalami peran para tersangka saat kongkalikong korupsi bansos.

    "Untuk mengkonfirmasi lebih jauh terkait apa yang diketahui oleh yang bersangkutan terkait dugaan perbuatan para tersangka dalam perkara ini," ujar Ali.

    (Baca: Dokumen Terkait Bansos Disita dari Rumah Dirjen Linjamsos Kemensos)

    Sebelumnya, Juliari Peter Batubara ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan bansos sembako covid-19 di Jabodetabek pada 2020. Kasus ini menjerat empat tersangka lain, yakni dua pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemensos Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso, serta pihak swasta Ardian IM dan Harry Sidabuke.

    KPK menduga kongkalikong para tersangka membuat Juliari menerima Rp17 miliar dari dua periode pengadaan bansos sembako. Kasus ini terungkap bermula dari penangkapan Matheus. KPK mengendus adanya pemberian uang dari para tersangka dan sejumlah pihak, salah satunya kepada Juliari.

    Penyerahan uang dilakukan pada Sabtu dini hari, 5 Desember 2020. Fulus Rp14,5 miliar dari Ardian dan Harry itu disimpan dalam tujuh koper, tiga tas ransel, dan amplop kecil.

    Juliari dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

    Matheus dan Adi dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 huruf (i) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

    Sementara itu, Ardian dan Harry dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id