Penjualan Senpi ke KKB Bermotif Ekonomi

    Siti Yona Hukmana - 03 Maret 2021 17:15 WIB
    Penjualan Senpi ke KKB Bermotif Ekonomi
    Ilustrasi/Medcom.id



    Jakarta: Dua anggota polisi terlibat penjualan senjata api (senpi) ke kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Penjualan senpi bermotif ekonomi.

    "Jelas itu dapat keuntungan, satu butir peluru itu pasti ada harganya. Apalagi sampai satu pucuk senjata, itu pun ada harganya, tentunya menguntungkan secara ekonomi," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 3 Maret 2021. 






    Kedua anggota yang tidak disebutkan identitasnya itu masih diperiksa Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Maluku. Salah satu yang diulik terkait keuntungan yang didapat oknum. 

    "Untuk secara besarnya (keuntungan) masih didalami lagi. Pasti menguntungkan," ujar jenderal bintang satu itu.

    Baca: Berawal dari Pertemanan, Dua Anggota Polri Jual Senpi ke KKB

    Sebanyak enam orang ditangkap terkait penjualan senpi ke KKB beberapa waktu lalu. Pengungkapan itu berawal dari penangkapan warga Bintuni beserta senpi. 

    "Hasil penyelidikan diamankan enam orang yang diduga terlibat dengan asal-usul senjata tersebut. Sebanyak empat orang warga sipil dan dua orang anggota Polres Ambon," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 22 Februari 2021.

    Teranyar, diketahui bahwa dua anggota yang bertugas sebagai fungsi Sabhara itu terlibat penjualan senpi dari pertemanan. Namun, polisi belum membeberkan detail perihal pertemanan tersebut. Apakah oknum itu berteman dengan KKB atau perantara KKB.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id