Ahli Bahasa Sebut Undangan Acara Rizieq Termasuk Penghasutan

    Cindy - 09 Januari 2021 05:49 WIB
    Ahli Bahasa Sebut Undangan Acara Rizieq Termasuk Penghasutan
    Hakim tunggal Akhmad Sahyuti memimpin sidang praperadilan tersangka Muhammad Rizieq Shihab. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
    Jakarta: Kepolisian menghadirkan ahli bahasa Wahyu Widodo dalam sidang lanjutan gugatan praperadilan Rizieq Shihab. Undangan yang dilontarkan pentolan Front Pembela Islam (FPI)  Rizieq Shihab kepada pengikutnya untuk hadir di acara Petamburan, Jakarta Pusat, termasuk penghasutan.

    "Dalam fisafat bahasa terkait pada si pengujar, sudah dijelaskan, kalau dia berniat untuk menghasut orang, dia bisa membuat kata-kata misalnya meyakinkan, kalau pakai bahasa sehari-hari mengompori," kata Wahyu dalam sidang praperadilan Rizieq di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat, 8 Januari 2021.

    Wahyu mengatakan unsur penghasutan juga tergantung pada siapa yang berbicara. Undangan tak akan berefek bila disampaikan orang biasa. Hal ini disampaikan Wahyu saat menjawab pertanyaan Kuasa hukum Polda Metro Jaya.

    "Kalau saya bukan siapa-siapa itu mengundang, apa perbedaan saya bukan siapa dengan saya yang diidolakan oleh massa, apa itu bisa terprovokasi?" tanya kuasa hukum Polda Metro Jaya.

    "Iya berarti dia memang menghasut, sehingga orang terprovokasi, terhasut untuk datang ke acara Ibu. Kalau Ibu (orang biasa) mungkin tidak ada yang datang. Kalau Ibu tokoh, mungkin massa yang mendengar tokohnya akan datang," jawab Wahyu.

    Baca: Pakar: Praperadilan Tak Bisa SP3 Kasus Rizieq

    Wahyu menilai undangan acara yang menyebabkan kerumunan saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tidak sesuai dengan etika kehidupan berbangsa. Sehingga, undangan tersebut juga dapat dikategorikan penghasutan.

    "Kalau berbondong-berbondong datang, karena kepandaian menghasut dan pilihan kata-katanya, maka itu penghasutan," jelas Wahyu.

    Rizieq Shihab mendaftarkan permohonan praperadilan atas penetapan tersangka dalam kasus pelanggaran protokol kesehatan. Permohonan praperadilan didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 15 Desember 2020.

    Tim advokasi juga mengugat penahanan Rizieq di Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Permohonan praperadilan terdaftar dengan Nomor 150/Pid.Pra/2020/PN.Jkt.Sel

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id