Tidak Ditahan, Gisel Wajib Lapor 2 Kali Seminggu

    Siti Yona Hukmana - 09 Januari 2021 02:44 WIB
    Tidak Ditahan, Gisel Wajib Lapor 2 Kali Seminggu
    Artis Gisella Anastasia saat datang memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
    Jakarta: Artis Gisella Anastasia (GA), tersangka video asusila, tidak ditahan. Walau Gisel diperbolehkan pulang usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, dia wajib lapor.

    "Kita kembalikan, kita tidak lakukan penahanan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 8 Januari 2021.

    Gisel tidak ditahan dengan merujuk Pasal 21 ayat 1 dan ayat 4 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Yusri membeberkan pertimbangan penyidik tidak menahan Gisel.

    Pertama, penahanan dilakukan jika tersangka dinilai menghilangkan barang bukti dan melarikan diri. Gisel dan pemeran pria Michael Yukinobu Defretes (MYD) dianggap kooperatif selama menjalani panggilan pemeriksaan.

    "Berdasarkan pertimbangan penyidik saudari GA dan saudara MYD kooperatif, selama dipanggil juga hadir. Sehingga, diambil satu kesimpulan tak perlu dilakukan penahanan," ujar mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat itu.

    Penyidik juga tak menahan Gisel karena pertimbangan kemanusiaan. Gisel memiliki seorang anak yang masih berusia empat tahun.

    Baca: Gisel Tak Ditahan Setelah Diperiksa Polisi

    Putri Gisel, Gempita Nora Marten, disebut masih membutuhkan bimbingan orang tua, khususnya dari seorang ibu. Gisel wajib melaporkan diri setiap Senin dan Kamis.

    "Kasusnya juga tetap berlanjut dan tetap berproses, kita akan lengkapi semua berkas perkara yang ada," ungkap Yusri.

    Jagat maya dihebohkan video mesum yang diperankan seorang perempuan mirip Gisel. Setelah diusut polisi, Gisel itu mengaku menjadi pemeran perempuan dalam video.
    Gisel dan Michael ditetapkan sebagai tersangka kasus video dewasa tersebut.

    Gisel merekam video asusila itu untuk dokumentasi pribadi. Video itu lalu dikirim menggunakan aplikasi AirDrop ke telepon genggam Michael.

    Gisel dikenakan Pasal 4 ayat 1 Juncto Pasal 29 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, Pasal 27 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Sedangkan, Michael dijerat Pasal 8 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 27 ayat 1 Juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. Keduanya terancam hukuman penjara hingga 12 tahun.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id