comscore

Tilang Elektronik Mobile Menyesuaikan Karakteristik Daerah

Antara - 24 Mei 2022 11:08 WIB
Tilang Elektronik <i>Mobile</i> Menyesuaikan Karakteristik Daerah
Ilustrasi tilang elektronik/Pius Erlangga
Jakarta: Implementasi sistem electronic traffic law enforcement (e-TLE) atau tilang elektronik mobile bakal menyesuaikan. Kasubdit Penindakan Pelanggaran (Dakgar) Subdit Penegakan Hukum (Gakkum) Korlantas Polri Kombes Polri Made Agus mengatakan implementasinya berbeda setiap daerah.

“Masing-masing daerah punya karakteristik masing-masing,” kata Made saat dikonfirmasi, Selasa, 24 Mei 2022.
Ia menjelaskan ada tiga jenis e-TLE yang diterapkan Polri, yakni e-TLE statis yang permanen di persimpangan atau titik-titik blackspot (rawan kecelakaan) atau rawan pelanggaran. Kemudian tilang elekrtonik portabel yang bisa dipakai dalam situasi dan kepentingan tertentu.

Jenis yang ketiga, yakni tilang elektronik mobile yang dapat bergerak ke mana saja melalui penggunaan handphone. “Yang sudah mempunyai e-TLE mobile yang berada di perangkat kendaraan roda empat mobil patroli itu di Sumatra Selatan, dan di Jawa Timur masih dilakukan riset,” kata Made.

Baca: Perekam Pelanggaran Lalin di Jateng Dipastikan Berkompeten

Penerapan e-TLE mobile menggunakan kamera ponsel dilakukan di Jawa Tengah, Kalimantan Timur dan Kota Samarinda di Provinsi Kalimantan Timur. Ditlantas Polda Metro Jaya disebut menyesuaikan karakteristik daerah terkait penggunaan tilang elektronik mobile.

“Untuk Polda Metro Jaya bisa ditanyakan ke Ditlantas Polda Metro Jaya. Karena masing-masing daerah punya karakteristik masing-masing,” kata Made.

Di sisi lain, dia menegaskan Korlantas Polri bertugas mengeluarkan kebijakan strategis dalam tilang elektronik. Kemudian, melakukan asistensi kepada kepolisian daerah, khsususnya terkait e-TLE mobile.

“Munculnya e-TLE mobile menggunakan handphone itu merupakan hasil riset dari wilayah-wilayah yang sudah memenuhi standar dan izin dari Korlantas Polri sehingga bisa diterapkan terhadap daerah yang memang belum terjangkau e-TLE statis,” kata Made.

Inovasi e-TLE mobile yang dijalankan di setiap daerah akan diaudit dan dinilai Korlantas Polri sebagai pengendali mutu. Setiap inovasi tersebut harus menggunakan satu rumah aplikasi, yakni e-TLE nasional.

“Sehingga mekanismenya sama, standarnya sama, prosedurnya sama dan luarannya juga sama. Jadi intinya adalah e-TLE itu bisa digunakan di perangkat mobile atau handphone,” kata Made.

e-TLE mobile diterapkan menindak pelanggaran yang bersifat tematik seperti tidak pakai helm, melawan arus, parkir tidak pada tempatnya. Fasilitas tersebut digunakan secara mobile untuk tempat-tempat yang tidak terjangkau oleh e-TLE statis.
 
 

Gambar pelanggaran yang diambil dari e-TLE mobile yang menggunakan ponsel diambil secara profesional oleh anggota Lantas yang memiliki kualifikasi. Tidak bisa menggunakan foto yang diambil oleh masyarakat. Karena gambar yang diambil oleh petugas nantinya bisa dijadikan sebagai bukti untuk dipakai di pengadilan.

“Tidak sembarangan anggota Polantas yang bisa memfoto. Jadi anggota itu sudah dididik, dikuatkan kapasitas SDM nya, kalau masyarakat juga enggak boleh. Kan keabsahannya itu dari mana dapatnya. Karena ini akan harus dibuktikan di pengadilan, sebagai bukti elektronik,” jelasnya.

Petugas yang menggunakan perangkat e-TLE mobile memiliki kualifikasi sebagai penyidik dan penyidik pembantu. Petugas terkait punya otoritas khusus sesuai surat perintah Kasatlantas terkait untuk mengambil gambar menggunakan perangkat elektronik yang dilengkapi GPS.

"Kemudian, jam peristiwa pelanggarannya jam berapa, kemudian ada langitude latitudenya (garis lintang-garis bujur) itu jelas semuanya,” kata Made.

Nantinya, gambar pelanggaran yang telah diambil petugas dikirim ke back office (admin) atau Command Center yang ada di tingkat polres maupun polda, langsung diproses untuk kemudian diterbitkan surat tilang.

"Jadi nanti tidak ada petugas yang meng-capture itu, mengirim (surat tilang) sendiri. Itu melalui mekanisme kontrol dari back office (admin) atau command center, sehingga tidak ada penyimpangan daripada anggota yang ada di lapangan,” ujarnya.

(ADN)



Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id