Firli Minta Maaf Penyidik KPK Memainkan Kasus di Tanjungbalai

    Candra Yuri Nuralam - 23 April 2021 01:36 WIB
    Firli Minta Maaf Penyidik KPK Memainkan Kasus di Tanjungbalai
    Ketua KPK Firli Bahuri merilis kasus pemerasan penyidik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 22 April 2021. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam



    Jakarta: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri kecewa penyidik asal Polri Stefanus Robin Pattuju menerima duit dari Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial. Duit itu diberikan agar Robin menutup kasus yang menjerat Syahrial di KPK.

    "KPK memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas terjadinya dugaan penerimaan hadiah atau janji yang dilakukan oleh oknum penyidik KPK," kata Firli di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 22 April 2021.






    Menurut dia, KPK tidak akan membela Robin. Dia menjamin Robin bakal diadili berdasarkan aturan hukum.

    Baca: Duit Rp1,3 Miliar Ditransfer 59 Kali dari Wali Kota Tanjung Balai ke Penyidik KPK

    Firli heran Robin nekat menerima suap untuk menutup kasus. Tindakan Robin mencoreng nama Lembaga Antirasuah.

    "Perilaku ini sangat tidak mencerminkan sikap pegawai KPK yang harus menjunjung tinggi kejujuran dan profesionalitas dalam menjalankan tugasnya," ujar Firli.

    Robin, pengacara Maskur Husain, dan Syahrial ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji dalam penanganan perkara Wali Kota Tanjungbalai 2020 sampai 2021. Robin dan Maskur sudah ditahan. Sementara itu, Syahrial masih menjalani pemeriksaan intensif.

    Robin dan Maskur disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b dan Pasal 12 B atau Pasal 11  Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

    Sementara itu, Syahrial disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id