Polisi Lengkapi Berkas Perkara 2 Anggota Tersangka Unlawful Killing

    Siti Yona Hukmana - 01 Mei 2021 05:14 WIB
    Polisi Lengkapi Berkas Perkara 2 Anggota Tersangka <i>Unlawful Killing</i>
    Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin, 18 Januari 2021. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana



    Jakarta: Tim Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim melengkapi berkas perkara FR dan MYO, dua tersangka kasus unlawful killing atau penembakan di luar hukum terhadap empat pengikut Muhammad Rizieq Shihab. Berkas keduanya dikembalikan Kejaksaan Agung (Kejagung) karena dianggap belum lengkap.

    "Ketika ada perbaikan, penyidik akan melengkapi," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 30 April 2021.






    Menurut dia, berkas akan dilimpahkan kembali setelah dilengkapi sesuai petunjuk jaksa penuntut umum (JPU). Jika dinyatakan lengkap penyidik segera menyerahkan tahap II.

    "Penyerahan tersangka dan barang bukti," ujar Ramadhan

    Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan berkas perkara FR dan MYO belum lengkap alias P-18. Berkas itu dikembalikan hari ini Jumat, 30 April 2021 dengan surat pengantar nomor: B-1609/E.2/Eoh.1/04/ 2021, tanggal 29 April 2021.

    "Berkas perkara dinilai belum lengkap, baik secara formil maupun materiel yang petunjuk jaksa peneliti akan dituangkan dalam P-19 dalam kurun waktu tujuh hari ke depan," kata Leonard.

    Dalam berkas perkara, dua tersangka dijerat Pasal 338 KUHP juncto Pasal 56 KUHP tentang. Keduanya diancam hukuman 15 tahun penjara.

    Baca: Kejagung Teliti Berkas Tahap I Perkara Unlawful Killing

    Ada dua peristiwa yang menewaskan enam pengikut Rizieq di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Desember 2020. Pertama, baku tembak antara polisi dan eks laskar Front Pembela Islam (FPI). Peristiwa ini mengakibatkan dua laskar khusus pengawal Rizieq tewas.

    Peristiwa kedua, pemberian tindakan tegas dan terukur terhadap empat pengikut Rizieq lainnya. Tindakan ini dilakukan polisi di dalam mobil saat dibawa menuju Polda Metro Jaya.
     
    Keempat orang itu disebut melakukan perlawanan yang mengancam jiwa petugas. Namun, tindakan polisi tidak dibenarkan Komnas HAM. Polisi dinilai tidak berupaya untuk mencegah semakin banyaknya jatuh korban jiwa atas insiden pembuntutan rombongan Rizieq tersebut.
     
    Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menyebut ada dugaan unlawful killing aparat kepolisian terhadap empat pengikut Rizieq itu. Ahmad meminta kasus dugaan pelanggaran HAM itu diproses hingga ke persidangan guna membuktikan indikasi yang unlawful killing.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id