Eks Direktur Utama Jiwasraya Divonis Seumur Hidup

    Fachri Audhia Hafiez - 12 Oktober 2020 22:34 WIB
    Eks Direktur Utama Jiwasraya Divonis Seumur Hidup
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (AJS) periode 2008-2018, Hendrisman Rahim, divonis hukuman penjara seumur hidup. Hukuman ini lebih berat dari tuntutan jaksa yang meminta Hendrisman dipenjara 20 tahun.

    "Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa tersebut dengan hukuman pidana penjara seumur hidup," kata ketua majelis Hakim Susanti di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 12 Oktober 2020.

    Hendrisman terbukti terlibat tipikor dalam pengelolaan investasi saham dan reksa dana PT AJS. Namun, dia tidak dikenakan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan seperti dalam tuntutan jaksa.

    Perbuatan Hendrisman dianggap tidak mendukung program pemerintah dalam mencegah tipikor. Kemudian, perbuatan terdakwa terencana, terstruktur, masif, dan berimplikasi pada kesulitan ekonomi terhadap para nasabah PT AJS.

    Selain itu, perbuatan Hendrisman membuat kepercayaan masyarakat merosot terhadap kegiatan asuransi dan pasar modal. Terdakwa juga tidak merasa bersalah dan menunjukkan penyesalan atas perbuatannya.

    Hendrisman terbukti melanggar Pasal 2 Ayat 1 juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Selain Hendrisman, terdakwa lain eks Direktur Keuangan PT AJS, Hary Prasetyo, dikenakan hukuman seumur hidup. Dua terdakwa lainnya masih mendengarkan amar putusan hakim.

    Keduanya ialah mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya, Syahmirwan; dan Direktur Utama PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto. Syahmirwan dituntut hukuman penjara 18 tahun, sedangkan Joko penjara seumur hidup.

    Baca: Mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Divonis Seumur Hidup

    Mereka diyakini terbukti merugikan negara Rp16,8 triliun terkait pengelolaan investasi saham dan reksa dana PT AJS Persero. Perbuatan itu dianggap telah memperkaya para terdakwa dan orang lain.

    Dua terdakwa lainnya, Direktur Utama PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro; dan Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk, Heru Hidayat, belum menjalani sidang pembacaan tuntutan hukuman. Keduanya dinyatakan positif virus korona (covid-19).

    (OGI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id