52 Eks Pegawai KPK Ikut Sosialisasi Rekrutmen ASN Polri

    Siti Yona Hukmana - 06 Desember 2021 12:30 WIB
    52 Eks Pegawai KPK Ikut Sosialisasi Rekrutmen ASN Polri
    Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 6 Desember 2021. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana



    Jakarta: Mabes Polri mengundang 57 mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sosialiasi rekrutmen menjadi aparatur sipil negara (ASN) Polri. Namun, lima mantan pegawai KPK tidak memenuhi undangan tersebut. 

    "Dari undangan yang sudah disampaikan pada 57 rekan-rekan eks pegawai KPK, hadir 52," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 6 Desember 2021. 

     



    Dedi memerinci kelima orang yang tidak hadir. Pertama, mantan pegawai KPK Riswin yang terlambat datang. Polisi akan mengonfirmasi kembali terkait kedatangan mantan penyelidik KPK tersebut. 

    Sementara itu, mantan Kepala Bagian Pelayanan Kepegawaian Biro Sumber Daya Manusia (SDM) KPK Nanang Priyono meninggal pada 23 November 2021. Kemudian, mantan pegawai KPK, Faisal, berhalangan hadir karena tengah berada di Makassar. 

    Baca: Novel Baswedan Cs Penuhi Undangan Sosialisasi Jadi ASN Polri

    Eks pegawai KPK Novariza absen karena tengah menyelesaikan tesis untuk mendapatkan gelar S-2. Terakhir, eks pegawai KPK, Ita, tidak bisa hadir karena tengah mempersiapkan pernikahan.  

    Dedi menjelaskan pihaknya menyosialisasikan Peraturan Polri (Perpol) Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pengangkatan Khusus 57 Eks Pegawai KPK Menjadi ASN di Lingkungan Polri. Selain itu, ada penandatanganan surat pernyataan berkenan menjadi ASN Polri.

    "Ada berbagai persyaratan-persyaratan saja yang sifatnya normatif dan hari ini setelah selesai sosialisasi dan penandatanganan surat pernyataan," ungkap Dedi,

    Selanjutnya, Polri akan melaksanakan uji kompetensi terhadap mantan pegawai KPK tersebut. Ujian itu untuk menyesuaikan kompetensi yang dimiliki mantan pegawai KPK tersebut ketika bergabung sebagai ASN Polri. 

    "Ini hanya mapping. Jadi, tidak ada hasilnya memenuhi syarat atau tidak memenuhi syarat. Baru nanti ditempatkan sesuai dengan ruang jabatan yang sudah disediakan berdasarkan keputusan Kementerian PANRB," jelas mantan Kapolda Kalimantan Tengah itu. 

    Dedi menyebut prosedur-prosedur ini dilakukan hingga Selasa, 7 Desember 2021. Polri menyambut baik kehadiran 52 eks pegawai KPK. 

    "Ini merupakan komitmen Bapak Kapolri (Jenderal Listyo Sigit Prabowo) tetap memberikan ruang dan juga tempat sesuai dengan kompetensi dan keahlian yang dimiliki oleh 57 eks pegawai KPK tersebut," ucap Dedi. 

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id