Saksi Kasus Bansos Berkelit Soal Penerimaan Uang Rp670 Juta

    Fachri Audhia Hafiez - 09 Juni 2021 20:19 WIB
    Saksi Kasus Bansos Berkelit Soal Penerimaan Uang Rp670 Juta
    Sidang pemeriksaan saksi kasus korupsi paket bansos sembako dalam rangka penanganan covid-19. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez



    Jakarta: Mantan pegawai Bank Muamalat Agustri Yogasmara alias Yogas dicecar soal uang kompensasi terkait goodie bag pengadaan bantuan sosial (bansos) covid-19 di Kementerian Sosial (Kemensos). Dia diduga menerima Rp670 juta.

    Awalnya Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis menelisik uang yang diberikan Direktur PT Andalan Pesik International, Rocky Josep Pesik. Uang diberikan sebagai kompensasi dari Rocky lantaran dia batal pesan goodie bag bansos lewat Yogas.

     



    "Rocky bilang akan kasih kompensasi atas itu. Nanti kalau sudah selesai dia bagi keuntungan," kata Yogas saat persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 9 Juni 2021.

    Percakapan mengenai kompensasi itu terjadi di sebuah restoran Padang di Jakarta Timur. Yogas bertemu Rocky dan Muhamad Rakyan Ikram alias Iman Ikram dari PT Perca.

    Yogas berkelit tidak mengetahui kesepakatan kompensasi sebesar 40 persen. Sementara itu, Rocky mengaku terjadi kesepakatan. Selain itu, Yogas dan Iman disebut menerima Rp670 juta.

    "Tidak (pembagian 40 persen) kami bilang terserah saja," ujar Yogas.

    Hakim kembali mencecar Yogas terkait penerimaan uang. Yogas mengaku menerima dari Rocky di area parkir Bank Muamalat, Kuningan, Jakarta Selatan.

    "Saya tidak tahu (berapa jumlahnya). Tapi jumlahnya banyak," ucap Yogas.

    (Baca: Anak Buah Juliari Dapat Guyuran Fulus dari 3 Sumber)

    Hakim sempat menanyakan posisi rumah Yogas apakah berdekatan dengan McDonald's di kawasan Jatibening, Bekasi, Jawa Barat. Rupanya pertanyaan hakim merujuk pada momen pengembalian uang.

    "(Dikembalikan) di McDonald's," ujar Yogas.

    Hakim heran Yogas menerima uang lalu mengembalikan lagi. Alasan Yogas mengembalikan fulus itu lantaran perusahaan Rocky tengah diperiksa Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

    "Karena sedang dalam pemeriksaan BPKP dan ada kerugian di situ," terang Yogas.

    Yogas diperiksa sebagai saksi untuk terdakwa mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara. Juliari didakwa menerima suap Rp32,48 miliar. Uang haram tersebut diperoleh dari penyedia barang untuk pengadaan paket bansos sembako dalam rangka penanganan covid-19.

    Juliari disebut menerima suap secara bertahap. Fulus Rp1,28 miliar diperoleh dari konsultan hukum Harry Van Sidabukke.

    Uang tersebut diterima pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemensos Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono. Berikutnya, Juliari menerima Rp1,96 miliar dari Direktur Utama PT Tigapilar Agro Utama, Ardian Iskandar Maddanatja.

    Juliari juga diduga menerima Rp29,25 miliar dari sejumlah pengusaha penyedia bansos sembako. Seluruh rangkaian penerimaan duit itu dilakukan pada Mei-Desember 2020.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id