KPK Minta Haji Isam Tak Sembarangan Melaporkan Saksi Persidangan

    Candra Yuri Nuralam - 08 Oktober 2021 01:12 WIB
    KPK Minta Haji Isam Tak Sembarangan Melaporkan Saksi Persidangan
    Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri memberikan keterangan kepada media di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan. Medcom.id/Fachri



    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta pemilik PT Jhonlin Baratama, Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam, tidak asal melaporkan saksi kasus dugaan suap perpajakan sekaligus eks Tim Pemeriksa Pajak Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, Yulmanizar, ke Mabes Polri. Pelaporan itu dinilai dapat mengganggu keterangan saksi.

    "Hal ini dikhawatirkan dapat mengganggu independensi maupun keberanian saksi-saksi untuk mengungkap apa yang dia ketahui dan rasakan dengan sebenar-benarnya," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Kamis, 7 Oktober 2021.

     



    KPK menilai laporan Haji Isam sama dengan mengancam saksi. Lembaga Antikorupsi menduga upaya Haji Isam melaporkan Yulmanizar untuk bungkam tentang keterlibatannya dalam kasus rasuah tersebut.

    "Keterangan dari seorang saksi atas apa yang dia ketahui dan alami sendiri guna mengungkap suatu kebenaran di muka persidangan, tentu akan dinilai majelis hakim, jaksa penuntut, dan pihak terdakwa ataupun kuasa hukumnya," tegas Ali.

    KPK heran dengan alasan Haji Isam melaporkan Yulmanizar ke Mabes Polri. Haji Isam dinilai tidak berwenang melaporkan seseorang yang bersaksi di muka persidangan ke Mabes Polri.

    "Sebagai pemahaman bersama, secara normatif pihak yang dapat melaporkan saksi palsu adalah penuntut umum sesuai dengan hukum acara pidana Pasal 174 ayat (2) KUHAP," ujar Ali.

    Ali menegaskan KPK tetap akan mendalami bukti keterlibatan Haji Isam meski sudah ada laporan tentang pencemaran nama baik. Keterangan dugaan keterlibatan Haji Isam tetap bakal didalami dengan pemeriksaan saksi dan pencarian bukti lainnya.

    "Keterangan setiap saksi sebagai fakta persidangan juga akan dikonfirmasi dengan keterangan-keterangan lainnya dan diuji kebenarannya hingga bisa menjadi sebuah fakta hukum," tutur Ali.

    Baca: KPK Diminta Selisik Keterlibatan Korporasi dalam Kasus Pajak

    Haji Isam juga diminta menghargai persidangan. "Karena setiap keterangan para saksi sangat penting bagi majelis hakim dan jaksa penuntut untuk menilai fakta hukum suatu perkara, yang pada gilirannya kebenaran akan ditemukan pada proses persidangan dimaksud," ucap Ali.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id