Polri Tak Menemukan Bukti Polisi Menyiksa Lutfi

    Cindy - 04 Februari 2020 16:06 WIB
    Polri Tak Menemukan Bukti Polisi Menyiksa Lutfi
    Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Asep Adi Saputra. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
    Jakarta: Polri tak menemukan bukti adanya penyiksaan kepada terdakwa kasus dugaan melawan polisi saat demonstrasi 30 September 2019, Dede Lutfi Alfiandi. Penyidik memeriksa Lutfi sesuai aturan. 

    "Tim sudah melakukan gelar terhadap hasil temuan itu (dugaan penyiksaan). Hasilnya tidak terbukti apa yang dituduhkan," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 4 Februari 2020. 

    Polisi juga meminta keterangan Lutfi terkait tudingan penyiksaan ini. Para penyidik dari Polres Metro Jakarta Pusat yang memeriksa Lutfi juga sudah diperiksa Inspektorat Pengawasan Umum Kepolisian (Itwasum), Divisi Hukum Polri serta Divisi Profesi dan Pengamanan Polri (Propam). Hasilnya, pemeriksaan terhadap Lutfi berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada.

    "Jadi saya kira ini selaras dengan kajian yang dibahas juga di persidangan," ucap Asep. 

    Polri Tak Menemukan Bukti Polisi Menyiksa Lutfi
    Sidang pembacaan tuntutan Dede Lutfi Alfiandi. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

    Asep mengatakan penyidik tak perlu melakukan kekerasan untuk mendapatkan pengakuan dari Lutfi. Pasalnya, polisi mengantongi kamera intai atau CCTV yang menunjukkan perbuatan melanggar hukum dari Lutfi.

    "Kita tidak mengejar pengakuan, tetapi lebih kepada keterangan. Keterangan itu didapatkan dari saksi, petunjuk, dan alat bukti yang lain, termasuk alat bukti yang digital seperti rekaman CCTV," pungkas Asep. 

    Lutfi sebelumnya mengaku dianiaya dan dipaksa mengakui perbuatan melempar batu ke arah aparat keamanan saat aksi demonstrasi pada Senin, 30 September 2019. 

    "Saya disuruh duduk, terus disetrum, ada setengah jamlah," kata Lutfi saat sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin, 20 Januari 2020.

    Pengakuan Lutfi itu dibantah Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Audie Latuheru. Menurut Audie, Lutfi ditangkap bersama demonstran lain, sehingga pemeriksaan itu disaksikan banyak orang.

    "Misalnya ya kalau terjadi insiden penyetruman, kalau pun terjadi, pasti kan dilihat banyak orang," kata Audie.





    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id