Polisi Buru Provokator di Tanjung Balai

    Siti Yona Hukmana - 23 Februari 2020 07:00 WIB
    Polisi Buru Provokator di Tanjung Balai
    Kapolri Jenderal Idham Azis bersama Kabareskrim Irjen Listyo Sigit/MI/Pius Erlangga.
    Jakarta: Polisi menyelidiki dugaan intoleransi terkait polemik pembangunan rumah ibadah di Tanjung Balai, Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, kepolisian akan menangkap provokator intoleransi di sana.

    "Saat ini upaya kita mencari dan mengejar provokator yang melakukan upaya-upaya provokasi," kata Kabareskrim Polri Irjen Listyo Sigit Prabowo saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, 22 Februari 2020. 

    Baca: Jokowi Perintahkan Kelompok Intoleran Ditindak Tegas

    Provokator akan dihukum sesuai aturan yang berlaku. Listyo berharap hal itu bisa memberikan efek jera. Sehingga tak ada lagi penyulut intoleransi.

    "Jangan sampai muncul lagi hal-hal seperti itu," kata dia.

    Untuk diketahui, pengerjaan bangunan baru Gereja Paroki Santo Joseph di Tanjung Balai terpaksa dihentikan. Pasalnya, penerbitan izin mendirikan bangunan tempat ibadah itu digugat kelompok tertentu.

    Polisi Buru Provokator di Tanjung Balai
    Presiden Joko Widodo/Medcom.id/Damar Iradat.

    Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD dan Kapolri Jenderal Idham Azis menindak tegas pelaku intoleransi.
     
    Baca: Ma'ruf Sebut Agama Alternatif Penyelesaian Konflik Global

    "Untuk menjamin terlaksananya kebebasan dalam beribadah dan menindak tegas kelompok atau masyarakat yang mengganggu berjalannya sesuai dengan jaminan konstitusi," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Februari 2020.
     
    Jokowi menegaskan tak ada yang salah dengan pembangunan rumah ibadah. Negara mengakui dan menjamin kemerdekaan setiap penduduk memeluk agama masing-masing.

    "Jelas konstitusi kita memberikan payung kepada seluruh masyarakat," tegas dia.
     
    Mantan Gubernur DKI Jakarta ini tak akan membiarkan praktik intoleransi. Ia kecewa daerah setempat tak bisa menyelesaikan masalah tersebut.
     
    "Karena tidak ada pergerakan di daerah jadi saya perintahkan Menkopolhukam dan Kapolri selesaikan ini, baik yang berkaitan dengan gereja yang ada Karimun Tanjung Balai, maupun masjid yang ada di Minahasa Utara," tutur dia.

    (ADN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id