Prostitusi Berkedok Wisata Halal di Puncak Bogor Terbongkar

    Siti Yona Hukmana - 14 Februari 2020 20:05 WIB
    Prostitusi Berkedok Wisata Halal di Puncak Bogor Terbongkar
    Tersangka dan korban pidana perdagangan di Puncak Bogor, Jawa Barat, berkedok wisata halal. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
    Jakarta: Praktik tindak pidana perdagangan orang (TPPO) bermodus prostitusi di kawasan Bogor, Puncak, Jawa Barat terbongkar. Video praktik tersebut dipublikasikan secara luas melalui media sosial, bertajuk wisata seks halal.

    Karopenmas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan video berbahasa Inggris itu bahkan menembus pasar internasional. Banyak wisatawan asing akhirnya tergiur untuk mencoba prostitusi berkedok wisata halal di kota hujan.

    Polisi menangkap lima orang yang diduga terlibat dalam bisnis esek-esek itu. Salah satu tersangka ialah warga negara Arab Saudi berinisal AAA.

    "Tersangka AAA (WNA), ngebooking," ujar Argo dalam konfrensi pers, di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 14 Februari 2020.

    Tersangka lainnya ialah NN dan OK yang berperan sebagai penyedia perempuan, HS bertugas memasarkan, dan DOR sebagai penyedia transportasi.

    Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo menjelaskan, AAA ingin kawin kontrak dan meminta HS untuk mencarikannya perempuan. HS kemudian menghubungi NN dan OK sebagai penyedia perempuan di vila daerah puncak Bogor.

    "Para perempuan (korban) tersebut kemudian dibawa NN dan OK ke HS di vila wilayah Puncak Bogor dengan menggunakan kendaraan roda empat yang dikemudikan DOR," beber Ferdy.

    Prostitusi Berkedok Wisata Halal di Puncak Bogor Terbongkar
    Konferensi pers pidana perdagangan di Puncak Bogor, Jawa Barat, berkedok wisata halal. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

    Pelaku menyediakan dua paket ke WN Timur Tengah, booking out (BO) dan kawin kontrak. Paket BO dipatok Rp500 ribu dan kawin kontrak Rp5 juta untuk tiga hari atau Rp10 juta untuk tujuh hari.

    "(Kawin kontrak) hidup bersama, dinikahkan. Selanjutnya mucikari atau penyedia wanita ini kemudian mendapat 40 persen dari harga yang sudah disepakati," jelasnya.

    Petugas menyita barang bukti berupa tujuh telepon selular, uang sebesar Rp900 ribu, bukti pemesanan Apartemen Puri Casablanca, dan akses Apartemen Puri Casablanka atas nama AAA.

    Polisi juga menyita satu buah invoice no. 00104739/A atas nama AAA satu bundel pemesanan De Resident At Puri Casablanka dari tanggal 31 Januari 2020 sampai 3 Februari 2020 atas nama AAA dari booking.com, paspor AAA yang dikeluarkan Kingdom of Saudi Arabia, dua buah boarding pass Srilanka Airlines penerbangan Riad-jakarta atas nama AAA.

    Mereka dijerat pasal 2 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara penjara.





    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id