KPK Pantau Penyaluran Bansos di Jakarta

    Candra Yuri Nuralam - 23 Mei 2020 09:28 WIB
    KPK Pantau Penyaluran Bansos di Jakarta
    Ilustrasi penyaluran bansos dari Pemprov DKI. Medcom.id/Yurike Budiman
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan koordinasi dan pengawasan terhadap PD Pasar Jaya sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta. PD Pasar Jaya merupakan perusahaan penyedia pengadaan barang dan jasa yang menyalurkan bantuan sosial (bansos) wabah virus korona (covid-19).

    "Anggaran bansos yang disalurkan melalui PD Pasar Jaya yaitu senilai Rp373 miliar," kata Kasatgas Koordinasi Pencegahan Wilayah III KPK Aida Ratna Zulaikha di Jakarta, Sabtu, 23 Mei 2020.

    Pengawasan dilakukan sebagai bentuk pencegahan pada titik-titik rawan korupsi. Seluruh pengeluaran barang dan jasa terkait wabah virus korona tak boleh terlepas dari pantauan mata KPK.

    “Intinya untuk mempermudah post audit, perlu deteksi titik rawannya sejak dini. Pola good corporate governance perusahaan harus diutamakan agar nanti dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Aida.

    Aida menyebut PD Pasar Jaya sudah menyalurkan seluruh bansos tahap pertama per 25 April 2020. Total biaya yang dikeluarkan dari pengiriman bansos itu sebesar Rp173,9 miliar.

    Sebanyak 1.194.633 paket telah disalurkan ke masyarakat yang berada di 2.687 RW. Dana distribusi yang telah dikeluarkan sebesar 5,8 miliar.

    "Tiap paket senilai Rp149.500 terdiri dari beras lima kilogram, minyak goreng satu liter, dua buah sabun batang, dua buah biskuit, dua kaleng sardines, dan dua buah masker kain," ujar Aida.

    Peserta penerima bansos tahap pertama pun diberikan dana Rp13 ribu. PD Pasar Jaya memanfaatkan karang taruna setempat untuk mengalokasikan uang itu ke penerima.

    Baca: Ma'ruf: Distribusi Bansos Terkendala Data

    Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan waktu penyaluran bansos tahap pertama sangat singkat. Dia sampai bekerja sama dengan tujuh peretail swasta untuk menyanggupi penyaluran bansos.

    “Pada tahap I untuk mengejar waktu yang cukup singkat, PD Pasar Jaya bekerja sama dengan tujuh peretail swasta dengan pembagian jumlah paket sesuai kemampuan pengemasan pihak retail,” ujar Arief.

    Arief mengatakan pihaknya mengelola sendiri pengadaan barang untuk bahan bansos pada penyaluran tahap kedua. Sebanyak 1.147.532 disiapkan untuk dibagikan ke masyarakat dalam rentan waktu 14 Mei-22 Mei 2020.

    “Sampai dengan tanggal 21 Mei 2020, total paket bansos tahap II terdistribusi sebanyak 550.436 tersebar di 1.219 RW,” tutur Arief.

    Bansos tahap kedua ada tambahan distribusi 20 juta masker kain. Hal itu merupakan perintah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berdasarkan surat Keputusan Gubernur Nomor 435 Tahun 2020.

    "Sampai dengan 21 Mei 2020 sudah terdistribusi sebanyak 18,4 juta masker kain tersebar di 210 kelurahan. Target penyelesaian distribusi masker ini sampai dengan 23 Mei 2020," tutur Arief.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id