Tiga PNS Kemendagri terkait Korupsi IPDN Diperiksa

    Juven Martua Sitompul - 15 Maret 2019 13:21 WIB
    Tiga PNS Kemendagri terkait Korupsi IPDN Diperiksa
    Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy Pujianto
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan tiga pegawai Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Ketiganya akan diperiksa terkait kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

    Tiga anak buah Menteri Tjahjo Kumolo yang dipanggil untuk dimintai keterangan adalah Staf Biro Umum Kemendagri, Eko Santoso; serta dua pegawai Kemendagri Sri Kandiyanti dan Mohammad Noval.

    "Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka DJ (mantan Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Setjen Kementerian Dalam Negeri, Dudy Jocom)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat, 15 Maret 2019.

    Penyidik juga memanggil tiga saksi lain yaitu Direktur PT Kharisma Indotarim Utama, Mulyawan; pegawai PT Waskita Karya bernama Osmar Panahatan; dan wiraswastawan bernama Rois Effendi. Ketiganya dimintai keterangan untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka yang sama.

    KPK terus mendalami kasus dugaan korupsi IPDN. Salah satu yang tengah diselisik adalah peran dua korporasi PT Adhi Karya dan PT Waskita Karya selaku penggarap proyek pembangunan gedung IPDN.

    Baca juga: KPK Bidik Kontraktor di Korupsi Gedung IPDN

    Penyidik juga telah menggeledah kantor kantor PT Adhi Karya dan PT Waskita Karya di Jakarta. Sejumlah dokumen dan bukti elektronik pun disita tim dari kedua lokasi tersebut. Dokumen dan bukti elektronik itu tengah dipelajari lebih lanjut.

    Dudy Jocom ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan empat kampus IPDN di Sulawesi Selatan dan kampus IPDN di Sulawesi Utara. KPK juga menetapkan dua tersangka lain yakni Kepala Divisi Gedung atau Kepala Divisi I PT Waskita Karya, Adi Wibowo dan Kepala Divisi Konstruksi VI PT Adhi Karya, Dono Purwoko.

    Dalam kasus ini, Dudy Jocom melalui kenalannya diduga menghubungi beberapa kontraktor untuk menginformasikan adanya proyek IPDN. Selanjutnya, para pihak itu menggelar pertemuan di sebuah kafe di Jakarta.

    Dari pertemuan itu, disepakati adanya pembagian proyek. Proyek IPDN di Sulawesi Selatan digarap Waskita Karya sementara PT Adhi Karya menggarap proyek IPDN di Sulawesi Utara. Dudy Jocom Cs diduga meminta fee tujuh persen dari setiap proyek itu.

    Baca juga: KPK Endus Korupsi Pembangunan Sejumlah IPDN

    Negara diduga mengalami kerugian sekitar Rp21 miliar akibat kasus ini. Nilai kerugian itu berdasarkan kekurangan pekerjaan pada kedua proyek tersebut, untuk proyek IPDN di Sulawesi Selatan negara merugi Rp11,18 miliar, dan Rp9,378 miliar untuk proyek kampus IPDN di Sulawesi Utara.

    Atas perbuatannya, Dudy Jocom, Adi Wibowo, dan Dono Purwoko disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id