• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Penyebar Video Bahar Smith Bisa Dijerat Hukum

Dian Ihsan Siregar - 07 Desember 2018 19:20 wib
Bahar bin Smith (tengah) memasuki gedung saat akan menjalani
Bahar bin Smith (tengah) memasuki gedung saat akan menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (6/12). Foto: Antara/Rivan Awal Lingga

Jakarta: Kepolisian telah menetapkan Bahar bin Smith sebagai tersangka atas perkara penghinaan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kini, polisi akan mengusut tuntas penyebar video Bahar. 

"Tidak menutup kemungkinan nanti akan dilakukan upaya pengembangan terkait siapa yang meng-upload dan menyebarkan kejadian itu di media sosial ataupun message. Undang-undangnya adalah UU ITE," ucap Kabag Penum Mabes Polri Kombes Syahar Diantono di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 7 Desember 2018.

Menurut dia, penyebar dan pengunggah video Bahar bisa kena jeratan hukum. Meski untuk kasus Bahar, penyidik Direktorat Tindak Pidana Kriminal Umum Bareskrim Polri akan fokus ke arah diskriminasi ras maupun etnis.

"Iya (pengunggah dan penyebar bisa dijerat), Undang-Undangnya mengatur begitu, tapi tidak dengan Bahar. Makanya fokusnya Bahar dulu," jelas Syahar.

Bahar bin Smith ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara penghinaan kepada Presiden Joko Widodo. Status tersangka itu ditetapkan usai pendiri Majelis Pembela Rasulullah itu diperiksa sejak Kamis, 6 Desember 2018 pagi.

"Hasilnya beliau ditetapkan tersangka," ujar Kuasa hukum Bahar bin Smith, Aziz Yanuar.

Meski telah menyandang status baru, menurut Aziz, kliennya belum ditahan. Pihaknya pun masih akan berdiskusi ihwal penetapan status tersangka Bahar bin Smith. 

Aziz juga belum tahu apakah Bahar bin Smith bakal menempuh langkah praperadilan. Hal tersebut masih akan didiskusikan terlebih dahulu. "Belum didiskusikan," jelas Aziz.


(SCI)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.