Perkara Pengaturan Skor Menunggu Pelimpahan Tahap II

    Lukman Diah Sari - 11 Februari 2019 13:52 WIB
    Perkara Pengaturan Skor Menunggu Pelimpahan Tahap II
    Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (Medcom.id/Ilham Pratama)
    Jakarta: Satgas Antimafia Bola telah melimpahkan enam berkas tersangka kasus pengaturan skor ke Kejaksaan. Pelimpahan berkas dilakukan sejak pekan lalu, dan kini tengah menunggu hasil dari jaksa penuntut umum. 

    "(Pelimpahan) Apakah ada koreksi atau tidak. Kalau tidak, maka akan dilimpahkan ke tahap II," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 11 Februari 2019. 
    Dedi melanjutkan, saat ini total ada 14 tersangka terkait pengaturan pertandingan. Dia membeberkan, enam berkas tersangka sudah dilimpahkan. 

    Keenamnya yakni eks Komisi Wasit Asprov Jateng Priyanto, Anak Priyanto Anik, Ketua Asprov Jateng Johar Lin Eng, Anggota Komisi Disiplin Dwi Irianto alias Mbah Putih, wasit pertandingan Nurul Safarid dan ML sebagai staf Direktur Perwasitan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

    "Kemudian, lima tersangka sedang melengkapi pemberkasan dan tambahan tiga tersangka lagi masih proses penyidikan dan pelengkapan berkas perkara," bebernya.

    Baca juga: Pakar Hukum Ingatkan Satgas Antimafia Bola Jangan Gegabah

    Lebih lanjut, terkait dengan tiga tersangka baru yakni ES, MS dan MT terlibat dalam pengerusakan dan menghilangkan barang bukti di PT Liga Indonesia Baru atau kantor Komisi Disiplin (Komdis) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Saat ini, Satgas Antimafia Bola masih menyelidiki otak perusakan barang bukti tersebut. 

    "Apabila ditemukan dan fakta hukum ada pengaturan skor akan diambil langkah tegas," tandasnya.

    Untuk diketahui kasus mafia bola terkuak saat Satgas Antimafia Bola menerima laporan dari mantan manajer klub Persibara Banjarnegara Lasmi Indriyani terkait dugaan pengaturan skor. Laporan itu terkait adanya sejumlah pihak yang meminta uang agar salah satu tim bisa naik dari Liga 3 ke Liga 2.
     
    Laporan Lasmi itu teregistrasi dengan nomor LP/6990/XII/2018/PMJ/Dit Reskrimum, tanggal 19 Desember 2018, tentang Dugaan Tindak Pidana Penipuan dan/atau Penggelapan dan/atau Tindak Pidana Suap dan/atau Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau UU RI Nomor 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dan/atau Pasal 3, 4, 5 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU.

    Baca juga: Dokumen Rusak di Kantor Komdis PSSI Diusut




    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id