Dirut Mengakui Pengelolaan Administrasi Jiwasraya Buruk

    Fachri Audhia Hafiez - 01 Juli 2020 13:59 WIB
    Dirut Mengakui Pengelolaan Administrasi Jiwasraya Buruk
    Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (AJS) Persero, Hexana Tri Sasongko, diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengelolaan investasi saham dan reksa dana PT AJS. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
    Jakarta: Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (AJS) Persero, Hexana Tri Sasongko, mengaku tata kelola administrasi perusahaan pelat merah itu tidak terdokumentasi dengan baik. Berbagai daftar transaksi investasi sulit ditemukan.

    "Saya tidak menemukan dokumentasi yang baik," kata Hexana saat bersaksi terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan investasi saham dan reksa dana PT AJS di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 1 Juli 2020.

    Hexana mengakui sulit menemukan dokumentasi transaksi PT AJS sebelum ia menjabat. Dia mengaku buruknya tata kelola administrasi sudah dibenahi sejak ia ditunjuk sebagai Direktur Utama PT AJS, November 2018.

    "Setelah saya menjadi direktur utama, ada daftar transaksi," ucap Hexana.

    Ia mengungkapkan kerugian yang dialami PT AJS karena minimnya analisis investasi. Hexana mengatakan sesuai standar operasional prosedur (SOP) mestinya ada kajian sebelum investasi.

    Pengkajian itu meliputi analisis risiko kredit, risiko pasar serta likuiditas, dan manajemen risiko. Analisis tersebut dilakukan divisi investasi.

    "(Dari) Divisi investasi diusulkan ke direksi. Apabila direksi menyetujui, baru dilakukan investasi," ujar Hexana.

    (Baca: Pasar Modal Disebut Jadi Modus Operandi Kasus Jiwasraya)

    Hexana mengaku tidak ada dokumen analisis fundamental terhadap perusahaan emiten pada pembelian saham. Analisis kredit dan besaran saham juga tidak tercatat.

    "Jadi yang dilakukan analis itu langsung menukik kepada technical analysis charts. Berdasarkan chart, harga saham punya potensi naik atau turun sekian, maka diusulkan beli. Saya tidak menemukan fakta ada analisis fundemental terhadap emiten dan tidak ada fasilitas kredit lain yang ditetapkan direksi perusahaan itu boleh berinvestasi berapa," ucap Hexana.

    Enam terdakwa diduga telah merugikan negara Rp16,8 triliun terkait pengelolaan investasi saham dan reksa dana PT AJS Persero. Perbuatan itu dianggap telah memperkaya terdakwa dan orang lain.

    Keenam terdakwa tersebut ialah Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo, Direktur Utama PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro, dan Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat. Kemudian Direktur Utama Jiwasraya periode 2008-2018 Hendrisman Rahim; mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan; dan Direktur Utama PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto.

    Keenamnya didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id