comscore

PPATK Duga Dana ACT untuk Kegiatan Terlarang di Sejumlah Negara

Kautsar Widya Prabowo - 06 Juli 2022 17:28 WIB
PPATK Duga Dana ACT untuk Kegiatan Terlarang di Sejumlah Negara
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana. Foto: Medcom.id/Kautsar WIdya Prabowo.
Jakarta: Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebut terdapat sejumlah negara yang menjadi penerima terbesar dari aliran dana organisasi kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Negara tersebut tesebar dari Asia hingga Eropa.

"(Sebanyak) 10 negara yang terbesar itu antara lain adalah Turki, kemudian Irlandia, Tiongkok, Palestina, kemudian beberapa negara lain," ujar Kepala PPATK Ivan Yustiavandana dalam konferensi pers di Gedung PPATK, Jakarta Pusat, Rabu, 6 Juli 2022.
Ivan tidak menjelaskan detail negara-negara lainnya yang ikut menerima uang donasi dari ACT. Pihaknya menduga uang tersebut digunakan untuk aktivitas terlarang.

"Ada beberapa transaksi lainnya yang perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut, khususnya oleh teman-teman kita di aparat penegak hukum karena diduga terkait dengan aktivitas terlarang di luar negeri," kata dia.
 

Baca: PPATK: Perputaran Dana ACT untuk Bisnis Capai Rp1 Triliun per Tahun


PPATK sudah menyerahkan hasil temuannya itu ke aparat penegak hukum. Selain itu, PPATK menemukan beberapa pengurus ACT secara individu melakukan transaksi ke beberapa pihak di luar negeri dengan jumlah yang besar.

"Misalnya, salah satu pengurus itu melakukan transaksi pengiriman dana periode 2018 dan 2019, hampir senilai Rp500 juta ke beberapa negara. Seperti ke Turki, Bosnia, Albania, dan India," kata dia.

PPATK belum mengetahui secara jelas kegiatan terlarang yang dimaksud. Pihaknya masih melakukan pendalaman terkait hal tersebut.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id