comscore

BNPT Hormati Sikap AS yang Meminta Warganya Hindari Sulawesi dan Papua

Siti Yona Hukmana - 28 April 2022 17:34 WIB
BNPT Hormati Sikap AS yang Meminta Warganya Hindari Sulawesi dan Papua
Ilustrasi. Foto: MI/Susanto
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menghormati sikap pemerintah Amerika Serikat (AS) yang mengeluarkan travel note dan meminta warganya untuk menghindari dua wilayah Indonesia, yakni Sulawesi dan Papua. Kedua wilayah itu disebut rawan terjadi konflik dan terorisme.

"Travel note yang dikeluarkan oleh beberapa negara asing termasuk AS ke beberapa wilayah di Indonesia merupakan kebijakan negara tersebut untuk memberikan imbauan kepada warga negaranya. Kita tentu hormati kebijakan itu sebagai cara negara tersebut melindungi warga negaranya dari potensi ancaman di luar negeri," kata Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Ahmad Nurwakhid saat dikonfirmasi, Kamis, 28 April 2022.
Menurut Nurwakhid, hal yang sama juga akan dilakukan pemerintah Indonesia jika ada warga yang berada di wilayah konflik negara lain. Kebijakan itu demi keselamatan warga tersebut.

Baca: Polri Ralat Identitas DPO MIT Poso yang Ditembak Mati

Nurwakhid meyakini penerbitan travel note oleh Amerika tidak asal. Negeri Paman Sam itu dianggap telah melalui kajian dan informasi intelijen.

"Kita juga menempatkan itu sebagai pertimbangan dan konfirmasi, karena kami sendiri juga mempunyai informasi dan data sendiri terkait dua wilayah Sulawesi dan Papua," ungkap jenderal polisi bintang satu itu.

Menurut dia, travel note tersebut tentu bukan sekali dua kali dikeluarkan sebuah negara. Kebijakan itu kerap dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan dari potensi ancaman teror.

"Potensi penyerangan dan terjadinya aksi teror tentu selalu ada setiap waktu tanpa ada peringatan. Itulah watak terorisme yang menimbulkan suasana teror, mencekam dan rasa tidak aman di masyarakat," katanya.

Di samping itu, kata Nurwakhid, hal yang terpenting dilakukan BNPT adalah selalu melakukan upaya pencegahan dengan strategi kesiapsiagaan nasional, kontra radikalisisi, dan deradikalisasi. Kemudian, mengoordinasikan aparat penegak hukum dan intelijen untuk melakukan preventive strike atau preventive justice terhadap gerakan yang terencana atau berpotensi melakukan aksi.

Selain itu, BNPT juga akan membangun sistem deteksi dini dengan melibatkan masyarakat melalui strategi Penthahelix. Strategi itu juga melibatkan multi pihak, yakni kementrian/lembaga, pemerintah daerah, komunitas masyarakat, civitas akademika, media, dan para pengusaha BUMN maupun swasta.

"Hal ini dilakukan guna mendeteksi dan mengenali sejak awal potensi gerakan dan infiltrasi paham radikal terorisme di lingkungan mereka," ucap Nurwakhid.

Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat memberikan penilaian kelompok teroris kerap merencanakan aksi di Indonesia. Amerika mewanti-wanti warganya tak berkunjung ke Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Papua.

Kedua daerah itu telah ditetapkan sebagai level 3. Artinya, warga Amerika diminta mempertimbangkan kembali untuk pergi ke daerah tersebut.

"Meningkatkan kewaspadaan di Indonesia akibat terorisme dan bencana alam. Beberapa area memiliki peningkatan risiko," demikian pernyataan di situs Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Senin, 25 April 2022.

Teroris disebut bakal menyerang dengan sedikit atau tanpa peringatan. Amerika memprediksi pelaku menargetkan pos polisi, tempat beribadah, hotel, bar, kelab malam, pasar/pusat perbelanjaan, dan restoran.

Amerika juga menyebut penembakan kerap terjadi di daerah Timika dan Grasberg. Mereka menduga kuat konflik dan demo rusuh akan terjadi di Sulawesi Tengah dan Papua.

"Jauhi demonstrasi dan kerumunan," ucap pemerintah Amerika dalam keterangan resmi itu.

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id