comscore

Kasus ASABRI, Sekretaris Benny Tjokro Dicecar Soal Transaksi hingga Aliran Uang

Fachri Audhia Hafiez - 20 April 2022 13:15 WIB
Kasus ASABRI, Sekretaris Benny Tjokro Dicecar Soal Transaksi hingga Aliran Uang
Ilustrasi pengadilan Tipikor/Fachri
Jakarta: Sekretaris Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Jani Irenawati, dicecar terkait transaksi hingga dugaan aliran uang kepada Teddy Tjokrosapoetro. Jani dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) untuk terdakwa Teddy.

Jaksa penuntut umum (JPU) menanyakan perihal transaksi pembayaran ke rekening Teddy. Pasalnya, Jani bertugas mencatat berbagai transaksi yang dilakukan Benny.
"Tidak pernah (ada transaksi)," ucap Jani yang hadir secara daring di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 20 April 2022.

Baca: Kasus ASABRI, Benny Tjokro Disebut Catut Teddy untuk Bikin Akun Saham

Jaksa kembali mendalami pengetahuan Jani terkait hubungan bisnis Benny dan Teddy. Namun, Jani mengeklaim tidak tahu.

Dia mengaku hanya mengetahui Teddy sebagai Direktur Utama PT Rimo International Lestari dan adik kandung dari Benny. Jani pernah menerima prospektus PT Rimo International Lestari untuk Benny.

"Saya dapat prospektus Rimo dari sekretaris Pak Teddy untuk disampaikan ke Pak Benny, untuk kepentingan apa saya tidak tanya," ujar Jani.

Jani juga dikonfirmasi terkait aliran dana yang sifatnya permintaan pribadi dan disalurkan kepada rekening Teddy. Dia klaim tak pernah menerima transfer apapun.

"Saya cuma untuk pertemuan saja Pak, kalau ada Pak Teddy untuk menghubungi Pak Benny saya sambungkan, tapi kalau aliran uang saya tidak tahu," kata Jani.
 
 

Dia juga mengaku mengetahui transaksi antara Benny terkait kaveling siap bangun (Kasiba) di Serpong Kencana, Bogor, Jawa Barat, kepada PT ASABRI. Namun, transaksi itu dibatalkan.

"ASABRI melalui pembayaran kayak kwitansi. Kemudian ASABRI enggak jadi beli, jadi Pak Benny ada transfer pembayaran kembali ke ASABRI, saya arsip sampai lunas," terang Jani.

Pada perkara ini, Teddy didakwa memperkaya diri lebih dari Rp6 triliun. Perbuatan itu berasal dari pengelolaan investasi dalam bentuk pembelian saham dan reksadana menggunakan dana investasi PT ASABRI pada 2012-2019.

"Telah memperkaya terdakwa dan orang lain yang diantaranya memperkaya Benny Tjokrosaputro, Jimmy Sutopo, dan terdakwa Teddy Tjokrosaputro sebesar Rp6.087.917.120.561 dari dana investasi ASABRI," kata jaksa penuntut umum Zulkipli saat persidangan di Pengadilan Tipikor, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 15 Maret 2022.

Benny dan Jimmy juga terjerat kasus tersebut. Benny masih menjalani persidangan, sedangkan Jimmy telah divonis 13 tahun penjara.

Dugaan rasuah di ASABRI terkait dengan pengelolaan keuangan dan dana investasi yang berlangsung pada 2012 hingga 2019. Berdasarkan hasil audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) korupsi itu merugikan keuangan negara total Rp22,7 triliun.

Teddy juga didakwa dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Dia telah menyamarkan hasil kekayaan yang dia peroleh dari pengelolaan pengelolaan keuangan dan dana investasi.

Dia menyamarkan kekayaan dari kejahatan tindak pidana korupsi itu dengan mentransfer atau mengalihkan melalui penyetoran modal untuk kepentingan mengakuisisi beberapa perusahaan. Lalu, melakukan pembelian tanah, bangunan, mobil, dan menggunakan dana untuk biaya operasional perusahaan.

(ADN)



Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id