Terpopuler Nasional, Nurhadi di Pusaran TPPU Eddy Sindoro Hingga Jaringan Teroris Makassar

    Renatha Swasty - 17 April 2021 07:03 WIB
    Terpopuler Nasional, Nurhadi di Pusaran TPPU Eddy Sindoro Hingga Jaringan Teroris Makassar
    Terdakwa kasus suap dan gratifikasi Nurhadi. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam



    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memulai babak baru kasus dugaan korupsi pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA) pada 2012-2016. Lembaga Antirasuah tengah menyidik dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam suap yang diberikan mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro.

    Dalam kasus itu, Eddy Sindoro disebut-sebut memberikan uang pada mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. Berita Nurhadi tak mau ambil pusing dugaan TPPU di kasus Eddy paling banyak dibaca di kanal Nasional Medcom.id sepanjang Jumat, 16 April 2021.






    "Kami belum sempat membicarakan masalah itu. Kami masih konsentrasi dengan perkara banding," kata pengacara Nurhadi, Maqdir Ismail, kepada Medcom.id, Jumat, 16 April 2021.

    Menurut Maqdir, kliennya belum mendapat informasi apa pun terkait hal ini. Sebab, KPK belum mengumumkan tersangka dalam pengembangan perkara itu.
     
    "Sampai sekarang kami masih belum mendapatkan informasi tentang masalah itu," kata Maqdir.

    Baca selengkapnya di sini

    Berita lain yang menarik pembaca Medcom.id sepanjang kemarin ialah teroris yang ditembak mati di Makassar. Polri mengungkap, MT, merupakan anggota Jemaah Ansharut Daullah (JAD) kelompok Makassa Villa Mutiara.

    Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menembak mati MT, teroris yang mengacungkan pedang panjang ke petugas, saat penangkapan pada Kamis, 15 April 2021. MT masih satu kelompok dengan pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
     
    "Adapun keterlibatan dari MT, anggota Jemaah Ansharut Daullah (JAD) kelompok Makassar Villa Mutiara," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 16 April 2021.
     
    Ramadhan menyebut MT merupakan narapidana terorime. Dia menjalani hukuman pada 2013 dan bebas pada 2016.

    Baca selenagkapnya di sini

    Pembaca Medcom.id juga masih penasaran dengan perkembangan penanganan banjir bandang di Nusa Tenggara Timur. Jumlah pengungsi usai banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berkurang. Sebagian besar pengungsi sudah kembali ke rumah sendiri atau keluarga.
     
    “Awalnya ada 7.825 kepala keluarga (KK) atau 58.914 orang. Saat ini yang tinggal di posko penampungan tinggal 1.023 KK atau 4.182 orang,” kata Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi dalam telekonferensi, Jumat, 16 April 2021.
     
    Baca selengkapnya di sini

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id