Firli: Penyidik Robin Masuk KPK karena Potensi di Atas Rata-Rata

    Candra Yuri Nuralam - 23 April 2021 05:48 WIB
    Firli: Penyidik Robin Masuk KPK karena Potensi di Atas Rata-Rata
    Ilustrasi penyidik KPK saat pengeledahan. Foto: MI/Panca Syurkani



    Jakarta: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri langsung memeriksa data penerimaan pegawai usai penyidik asal Polri Stefanus Robin Pattuju memainkan kasus dugaan korupsi di Tanjungbalai. Robin dinyatakan masuk ke KPK karena mumpuni.

    "Potensi di atas rata-rata seratus persen, yaitu di angka 111,41 persen. Hasil tes kompetensi di atas 91,89 persen," kata Firli di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 22 April 2021.






    Robin bergabung ke KPK pada April 2019. Firli menegaskan Robin masuk KPK dengan mengikuti seluruh tes tanpa kecurangan.

    Baca: Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin Dibidik KPK

    Dia menjamin tidak ada kesalahan pada tes masuk penyidik KPK. Firli menyebut pemufakatan jahat Robin bukan karena proses rekrutmen.

    "Saya pernah sampaikan kepada rekan-rekan semua bahwa kalau korupsi terjadi karena rendahnya dan berkurangnya integritas," ujar mantan Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri itu.

    Firli mengatakan Lembaga Antirasuah akan terus menguatkan integritas penyidik ke depan. Lembaga Antikorupsi memastikan perkara serupa Robin tidak akan terjadi lagi.

    Robin, pengacara Maskur Husain, dan Wali Kota Tanjung Balai M Syahrial menjadi tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji dalam penanganan perkara. Robin dan Maskur sudah ditahan. Sementara itu, Syahrial masih diperiksa intensif.

    Robin dan Maskur disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b dan Pasal 12 B atau Pasal 11  Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

    Sementara itu, Syahrial disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id