MAKI Minta Polisi Terbuka Terkait Kebakaran Kejagung

    Zaenal Arifin - 25 Oktober 2020 16:01 WIB
    MAKI Minta Polisi Terbuka Terkait Kebakaran Kejagung
    Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. Medcom.id/Cindy
    Jakarta: Kepolisian diminta terbuka terkait penyebab kebakaran gedung Kejaksaan Agung RI. Sebagian masyarakat dinilai tidak puas dengan kesimpulan penyidik ihwal kebakaran gedung akibat puntung rokok.

    "Karena masyarakat itu selalu curiga, masa sebuah puntung rokok saja bisa membakar seluruh gedung (Kejagung)," kata Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman, di Jakarta, Minggu, 25 Oktober 2020.

    Boyamin menyebut kecurigaan di masyarakat bisa ditindaklanjuti dan dianalisis. Kemudian, disampaikan hasilnya kepada masyarakat.

    "Karena apa pun proses ini kan, bisa saja banyak orang atau banyak pihak yang merasa diuntungkan dengan kejadian kebakaran ini," tutur dia.

    Boyamin menduga kebakaran gedung Korps Adhyaksa sengaja dilakukan eksekutor. Hal ini dimaksud untuk menghilangkan barang bukti.

    Pasalnya, saat ini Kejagung sedang menangani kasus-kasus besar, seperti permohonan fatwa rencana pembebasan Djoko Tjandra yang melibatkan Jaksa Pinangki Sirna Malasari (PSM). Boyamin menyebut kebakaran gedung Kejagung membuat barang bukti seperti CCTV hilang.

    (Baca: Penyidikan Kebakaran Kejagung Diminta Berdasarkan Scientific Crime Investigation)

    "Kalau dalam film itu kan ada pembunuh bayaran, bisa aja (kebakaran gedung Kejagung RI) juga ada pembakar bayaran," ucap dia.

    Sebanyak 8 tersangka bertanggung jawab dalam kebakaran Gedung Utama Kejagung. Mereka ialah Direktur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejagung, NH; Direktur PT ARM, R; lima tukang, T, H, S, K, IS; dan mandor, UAN.

    Polisi menyimpulkan penyebab kebakaran gedung Kejagung karena faktor kelalaian lima tukang yang merokok di tempat bekerja, yakni lantai 6 Ruang Biro Kepegawaian Kejagung. Lokasi itu merupakan titik awal api.

    Api menjalar dengan cepat karena minyak pembersih yang tersimpan di lantai tersebut mengandung bahan mudah terbakar. Minyak itu disediakan NH yang dipasok dari R.

    Seluruh tersangka dijerat Pasal 188 KUHP tentang kelalain yang menyebabkan kebakaran juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Mereka terancam hukuman maksimal lima tahun penjara.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id