Sekda Kabupaten Bogor Dikulik Soal Tanah Hibah untuk Rachmat Yasin

    Fachri Audhia Hafiez - 12 Oktober 2020 20:54 WIB
    Sekda Kabupaten Bogor Dikulik Soal Tanah Hibah untuk Rachmat Yasin
    Gedung Merah Putih KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto
    Jakarta: Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Burhanudin, diminta menjelaskan soal tanah hibah untuk Bupati Bogor periode 2008-2014, Rachmat Yasin (RY). Burhanudin diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi kasus pemotongan uang dan gratifikasi Rachmat.

    "Dikonfirmasi oleh penyidik mengenai  adanya dugaan proses hibah tanah untuk tersangka RY," kata pelaksana tugas juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri di Jakarta, Senin, 12 Oktober 2020.

    Burhanudin diperiksa dengan kapasitas sebagai kepala Dinas Tata Ruang dan Pertanahan Kabupaten Bogor periode 2009 hingga 2014. Materi yang sama juga dicecar ke saksi wiraswasta sekaligus pengelola pesantren, Lesmana.

    Namun, KPK belum membeberkan jelas lokasi tanah hibah yang dimaksud. Hal ini termasuk soal lokasi pesantren yang diduga berkaitan dengan kasus rasuah Rachmat.

    Saksi lain yang dipanggil yakni Sekretaris Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Bogor Estantoni Kasno dan Kepala Subbagian (Kasubag) Keuangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Syarif Hidayat. Keduanya diduga dicecar soal pemotongan dana dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

    "Dikonfirmasi oleh penyidik terkait dengan adanya dugaan pemotongan dana yang kemudian dikumpulkan untuk diberikan kepada tersangka RY," ujar Ali.

    Rachmat Yasin ditetapkan sebagai tersangka pada 25 Juni 2019. Dia diduga meminta, menerima, atau memotong pembayaran dari beberapa SKPD Rp8,9 miliar.

    Baca: 6 Saksi Lagi Dipanggil KPK Gali Praktik Korup Rachmat Yasin

    Fulus tersebut diduga digunakan untuk biaya operasional bupati serta kebutuhan kampanye pemilihan kepala daerah dan pemilihan legislatif pada 2013-2014. Dalam kasus gratifikasi, Rachmat diduga menerima tanah seluas 20 hektare di Jonggol, Kabupaten Bogor, dan mobil Toyota Vellfire seharga Rp825 juta.

    Rachmat sedianya sudah divonis lima tahun enam bulan penjara dan denda Rp300 juta. Dia terbukti menerima suap Rp4,5 miliar untuk memuluskan rekomendasi surat tukar menukar kawasan hutan atas nama PT Bukit Jonggol Asri seluas 2.754 hektare.

    (OGI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id