Polri Minta Irjen Napoleon Dipindah ke Lapas Cipinang

    Siti Yona Hukmana - 08 Oktober 2021 15:46 WIB
    Polri Minta Irjen Napoleon Dipindah ke Lapas Cipinang
    Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono. Medcom.id/Siti Yona Hukmana



    Jakarta: Polri meminta Irjen Napoleon Bonaparte dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang. Pemindahan terdakwa kasus suap dan penghapusan red notice buron Djoko Soegiarto Tjandra itu dikoordinasikan ke Mahkamah Agung (MA).

    "(Irjen Napoleon) tahanan hakim, sedang kami koordinasikan untuk dipindahkan ke Lapas Cipinang," kata Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto saat dikonfirmasi, Jumat, 8 Agustus 2021.

     



    Irjen Napoleon masih berada di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bareskrim Polri. Dia ditahan di situ lantaran masih menunggu proses kasasi kasus yang menjeratnya.

    "Untuk sementara masih di Rutan Bareskrim Polri," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 8 Oktober 2021.

    Irjen Napoleon sempat dimasukkan ke sel isolasi usai terlibat penganiayaan terhadap M Kece. Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri itu telah dikembalikan ke selnya.

    Belakangan, Napoleon berulah lagi. Dia disebut mengintimidasi dan mengancam pengusaha Tommy Sumardi.

    Tommy merupakan terdakwa kasus suap Djoko Tjandra. Pengacara Tommy, Dion Pongkor, mengeklaim kliennya diancam dibunuh Napoleon.

    Rusdi memastikan penghuni Rutan diawasi ketat. Polri tak ingin kejadian penganiayaan di dalam sel kembali terjadi.

    "Pengawasan di rutan menjadi bagian tanggung jawab daripada petugas Rutan Bareskrim Polri,  setiap tindakan setiap perilaku penghuni rutan diawasi oleh anggota yang jaga. Sampai saat ini semua berjalann dengan baik," ungkap jenderal bintang satu itu.

    Irjen Napoleon Bonaparte divonis empat tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider enam bulan kurungan terkait kasus suap penghapusan red notice buron Djoko Tjandra. Dia mengajukan kasasi ke MA terkait putusan itu.

    Terkait penganiayaan terhadap tersangka penghinaan agama M Kece, Irjen Napoleon ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. Napoleon terancam 5 tahun dan 6 bulan penjara.

    Berdasarkan hasil penyelidikan, Napoleon memukul M Kece karena merasa berkuasa di rutan. Dia merupakan perwira tinggi (Pati) Polri dengan pangkat Inspektur Jenderal alias bintang dua. Sementara itu, sejumlah petugas di rutan berpangkat jauh di bawahnya.

    Baca: Takut Dipukul Lagi, M Kece Minta Maaf ke Irjen Napoleon
     

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id