Saksi Ungkap Anak Buah Juliari Bayar Pengacara Hotma Rp3 Miliar

    Fachri Audhia Hafiez - 08 Juni 2021 20:23 WIB
    Saksi Ungkap Anak Buah Juliari Bayar Pengacara Hotma Rp3 Miliar
    Sidang pemeriksaan saksi kasus korupsi paket bansos sembako dalam rangka penanganan covid-19. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez



    Jakarta: Direktur PT Era Nusantara Prestasi sekaligus pemilik CV Nurali Cemerlang, Go Erwin, mengaku diminta membayar pengacara Hotma Sitompul sebesar Rp3 milliar. Perintah itu datang dari pejabat pembuat komitmen (PPK) bantuan sosial (bansos) Kementerian Sosial (Kemensos), Adi Wahyono.

    "Perintahnya Pak Adi untuk bayar pengacara," ujar Erwin saat persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 8 Juni 2021.

     



    Erwin tidak mengetahui persis keperluan pembayaran tersebut. Dalam surat dakwaan Adi Wahyono disebutkan, pembayaran kepada Hotma Sitompul untuk menangani kasus kekerasan anak.

    Permintaan itu bermula saat Erwin diminta Adi menghadap PPK Bansos Kemensos lainnya, Matheus Joko Santoso, di Apartemen Green Pramuka City. Joko ditemani Direktur PT Rajawali Parama Indonesia, Wan M Guntar, pada pertemuan tersebut.

    "Saya menemui Matheus Joko di parkiran basemen apartemen tersebut dan masuk ke dalam mobil yang bersangkutan," ucap Erwin.

    Erwin menyebut Joko menyerahkan dua tas berisi uang. Lalu, fulus itu diberikan Erwin ke Adi di Kantor Kemensos. Namun, Erwin tidak mengetahui jumlah uang di dalam tas tersebut.

    Setelah peristiwa itu, anak buah eks Menteri Sosial Juliari P Batubara itu meminta Erwin menemui Ihsan, anak buah Hotma. Erwin hanya diperintah untuk menyerahkan uang.

    (Baca: Tagih Fee Bansos, Anak Buah Juliari Pakai Kode 1 Meter dan 90 Cm)

    "Saya tidak tanya urusan seperti apa. (Kata Adi) 'sudah kamu serahkan, ini nanti Rp3 miliar'," kata Erwin menirukan Adi.

    Uang yang diletakkan dalam tas itu berjumlah Rp2,5 miliar dan beberapa lembar dolar Amerika Serikat. Namun, Erwin batal memberikan seluruh uang itu atas perintah Adi.

    "Pak Adi memerintahkan uang itu jangan dulu semua. Karena kerjanya belum beres. Ya sudah saya serahkan Rp1,5 miliar dulu ke beliau (Ihsan)," ujar Erwin.

    Erwin diperiksa sebagai saksi untuk terdakwa PPK Bansos Kemensos Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono. Perusahaan Erwin merupakan salah satu penyedia bansos sembako terkait covid-19 yang mendapatkan pekerjaan 307 ribu paket.

    Adi dan Joko didakwa bersama-sama Juliari P Batubara menerima uang dari penyedia barang untuk pengadaan paket bansos sembako dalam rangka penanganan covid-19.

    Juliari disebut menerima suap secara bertahap. Fulus Rp1,28 miliar diperoleh dari Harry Van Sidabukke.

    Uang tersebut diterima Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono. Berikutnya Juliari menerima Rp1,96 miliar dari Direktur Utama PT Tigapilar Agro Utama, Ardian Iskandar Maddanatja.

    Juliari juga diduga menerima Rp29,25 miliar dari sejumlah pengusaha penyedia bansos sembako. Seluruh rangkaian penerimaan duit itu dilakukan pada Mei-Desember 2020.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id