Kapolri: Copot dan Pidanakan Anggota yang Melanggar Aturan

    Siti Yona Hukmana - 19 Oktober 2021 18:44 WIB
    Kapolri: Copot dan Pidanakan Anggota yang Melanggar Aturan
    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana



    Jakarta: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo geram dengan anggota yang kerap melanggar aturan. Dia memerintahkan seluruh kepala kepolisian daerah (Kapolda) menindak tegas anggota yang melanggar aturan tersebut. 

    "Jadi, tolong tidak pakai lama, segera copot, pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH), dan proses pidana. Segera lakukan dan ini menjadi contoh bagi yang lainnya. Saya minta tidak ada Kasatwil yang ragu, bila ragu, saya ambil alih," kata Listyo dalam arahannya kepada jajaran melalui video konferensi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 19 Oktober 2021. 

     



    Menurut jenderal bintang empat itu, perbuatan anggotanya telah merusak marwah institusi Polri. Tindakan tidak sesuai prosedur mencederai kerja keras dan komitmen personel Korps Bhayangkara yang telah bekerja maksimal melayani dan mengayomi masyarakat. 

    Listyo menyebut anggota Polri telah berjibaku menangani dan pengendalian pandemi covid-19. Yakni, memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat sasaran, mengakselerasi vaksinasi, dan memastikan protokol kesehatan (prokes) berjalan baik. 

    Maka itu, dia berharap tindakan tegas terhadap oknum polisi yang melanggar aturan dapat memberikan efek jera. Sebab, perilaku oknum tersebut berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri

    "Saya tidak mau ke depan masih terjadi hal seperti ini, dan kita harus melakukan tindakan tegas. Karena kasihan anggota kita yang sudah kerja keras, yang capek yang selama ini berusaha berbuat baik, terus kemudian hancur gara-gara hal-hal seperti ini. Tolong ini disikapi dengan serius, kemudian lakukan langkah-langkah konkret yang baik," kata mantan Kabareskrim Polri itu.

    Di samping itu, Listyo mengapresiasi seluruh personel yang selama ini berjuang dan bekerja keras menjaga nama baik institusi Polri, serta bekerja untuk kepentingan bangsa. Dia berharap perilaku oknum tersebut tak mengendorkan semangat juang personel yang telah bekerja baik selama ini. 

    Baca: Telegram Kapolri Diapresiasi Meskipun Terlambat

    "Saya berikan apresiasi atas kerja keras, tetap semangat dan yakini apa yang dilakukan dilapangan benar sesuai standar operasional prosedur (SOP). Namun, bila ada kesengajaan dan pelanggaran dari oknum yang bisa menjatuhkan marwah institusi, maka saya minta tak ada keraguan untuk memberikan tindakan tegas," ucap mantan Kapolda Banten itu.

    Listyo ingin kekerasan terhadap masyarakat tidak terulang. Anggota diminta mampu membaca situasi untuk mengedepankan pendekatan humanis atau tindakan tegas sesuai SOP. 

    Terlepas dari itu, dia mengapresiasi seluruh masyarakat Indonesia yang telah memberikan masukan dan kritik ke Polri pascakejadian yang dilakukan anggotanya. Menurutnya, aspirasi itu akan dijadikan sebagai bahan evaluasi demi kebaikan dan kemajuan Korps Bhayangkara. 

    Listyo memastikan Polri tidak antikritik. Polri menerima semua masukan masyarakat, terutama kritik membangun. 

    "Jangan antikritik, apabila ada kritik dari masyarakat lakukan introspeksi untuk menjadi lebih baik," ujar Listyo.

    (NUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id