comscore

Kejaksaan Diminta Tetapkan Terpidana Wenhai Guan DPO

Siti Yona Hukmana - 22 Oktober 2021 22:23 WIB
Kejaksaan Diminta Tetapkan Terpidana Wenhai Guan DPO
Terdakwa Andy Cahyady bersama Ketua Komjak Barita LH Simanjuntak.Istimewa
Jakarta: Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta diminta menetapkan terpidana kasus penganiayaan Andy Cahyady, Wenhai Guan, sebagai daftar pencarian orang (DPO). Warga negara asing (WNA) itu melarikan diri ke negara asal, Singapura, setelah divonis enam bulan penjara pada Juni 2021.

"Saya memohon Kejati mengeluarkan surat DPO dalam upaya eksekusi," kata Andy di kantor Kejati DKI Jakarta, Jumat, 22 Oktober 2021.
Selain itu, Andy meminta Kejati mencegah dua penjamin Wenhai Guan, Marna Ina dan Feng Qiu Ju ke luar negeri. Upaya itu dinilai bisa membuat terpidana Wenhai Guan kembali dengan sendirinya ke Indonesia.

"Jadi saat ini saya memohon Kejati kembalikan keadilan ke saya. Penjamin Marna Ina dan Feng Qiu Ju harus bertanggung jawab atas melarikan diri Wenhai Guan ke Singapura," ujar Andy.

Andy dan Kuasa hukumnya, Mohammad Muchsin, mendatangi kantor Kejati DKI Jakarta menyerahkan surat permohonan eksekusi terpidana Wenhai Guan tadi pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Menurut Muchsin, hal itu sebagai bagian upaya menuntut keadilan ke penegak hukum.

"Kami juga menanyakan bagaimana keseriusan Kejaksaan untuk membawa kembali Wenhai Guan ke Indonesia dan melaksanakan putusan pengadilan enam bulan penjara," kata Muchsin.

Dia berharap kejaksaan terus melakukan upaya konkret dalam proses eksekusi terpidana Wenhai Guan. Upaya pencegahan ke luar negeri yang dikeluarkan pada 3 September 2021 dinilai terlambat. Wenhai Guan telah melarikan diri ke Singapura sejak Juni 2021.

"Harus ada upaya agar ini bisa diatasi. Klien kami Pak Andy juga dilaporkan dengan kasus yang sama saat ini sedang diproses sidang. Ini kan tidak adil apabila nanti Pak Andy divonis menjalani hukuman, sementara Wenhai Guan tidak, tolong keadilan untuk Pak Andy," ucapnya.

Baca: Komjak Selidiki Alasan Kejaksaan Belum Eksekusi Terdakwa Wenhai Guan

Kemudian, dia meminta penjamin Wenhai Guan, Marna Ina dan Feng Qiu Ju kooperatif. Wenhai lolos dari penahanan status sebagai tersangka hingga terdakwa berkat dua penjamin itu. Kini, keduanya menyebut Wenhai Guan terbaring sakit di Singapura.

"Sekarang kan ada penjaminnya bagaimana tindakan tegas terhadap penjamin agar bisa kooperatif untuk membantu Wenhai Guan kembali, dan alasan sakit pun harus diselidiki," ucap Muchsin.

Komisi Kejaksaan (Komjak) juga telah menerima laporan Andy Cahyady terkait proses eksekusi terpidana Wenhai Guan. Ketua Komjak Barita LH Simanjuntak mengaku tengah menyelidiki alasan kejaksaan belum menjebloskan terpidana kasus penganiyaan itu ke penjara.

"Laporannya kan ada beberapa kali. Jadi, sejauh itu kami sudah menindaklanjutinya terkait apa yang dilaporkan oleh saudara Andy Cahyadi, mengenai belum dilakukannya eksekusi atas terdakwa yang sudah jadi terpidana Wenhai Guan," kata Barita di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis, 21 Oktober 2021.

Kasus ini bermula saat penganiayaan yang dilakukan WNA Wenhai Guan terhadap Andy Cahyady. Namun, Wenhai mengaku menjadi korban dan melaporkan Andy ke polisi hingga diputus bersalah dan telah menjalani hukuman pidana enam bulan penjara.

Andy Cahyady kemudian melaporkan balik perbuatan penganiayaan yang dilakukan Wenhai. Wenhai kemudian diputus enam bulan penjara. Namun belum sempat menjalani hukuman, warga asing itu kembali ke negara asal di Singapura.

Selang beberapa bulan, Wenhai Guan kembali ke Tanah Air dan melaporkan Andy dalam perkara yang sama. Andy Cahyady kemudian diproses hingga dituntut satu tahun penjara di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Selasa, 12 Oktober 2021.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id