Warga Maluku Diminta Beri Polisi Ruang untuk Penegakan Hukum

    Siti Yona Hukmana - 09 Desember 2021 04:06 WIB
    Warga Maluku Diminta Beri Polisi Ruang untuk Penegakan Hukum
    Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono. Medcom.id/Siti Yona Hukmana



    Jakarta: Anggota Polres Maluku Tengah dihadang warga Desa Tamilouw, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, saat menjemput paksa terduga pelaku tindak pidana pada Selasa dini hari, 7 Desember 2021. Mabes Polri meminta warga Maluku memberi ruang anggota untuk melakukan penegakan hukum.

    "Belajar dari hal seperti ini tentunya Polri mengimbau ketika kita sepakat bahwa hukum sebagai panglima, dan pada saat itu Polri sedang melaksanakan tugas penegakan hukum, maka masyarakat diimbau bisa memberikan ruang kepada Polri untuk bisa melaksanakan tugasnya," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 8 Desember 2021.

     



    Rusdi mengatakan upaya anggota Polres Maluku Tengah adalah bagian dari penindakan hukum terhadap orang yang diduga melakukan tindak pidana. Siapa pun yang meragukan keabsahan tindakan itu dapat menempuh jalur hukum melalui sidang gugatan praperadilan.

    "Sehingga, penegakan hukum dapat berjalan dan ketertiban di masyarakat bisa kita jaga bersama-sama," ujar Rusdi.

    Rusdi mengatakan kasus keributan yang terjadi antara aparat dan warga Desa Tamilouw tengah ditangani Polda Maluku. Keributan itu mengakibatkan warga dan anggota polisi luka-luka.

    "Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Maluku sudah turun untuk menyelidiki apakah ada kesalahan prosedur dalam tindakan-tindakan kepolisian yang dilakukan di Maluku Tengah tersebut," ungkap Rusdi.

    Baca: Arah Tembakan Anggota Polri Saat Keributan di Maluku Diusut

    Polisi melakukan penembakan terhadap belasan warga Desa Tamilouw pada Selasa dini hari, 7 Desember 2021. Belasan warga kena tembak peluru karet dan gas air mata saat upaya penjemputan paksa terduga pelaku perusakan tanaman dan pembakaran Kantor Desa Sepa.

    Kericuhan terjadi lantaran anggota polisi dihadang dan tidak diperkenankan membawa terduga pelaku. Warga melempar polisi menggunakan batu.

    Anggota yang merasa terancam meletuskan tembakan dan gas air mata. Akibatnya, ada sejumlah warga luka-luka terserempet peluru karet, kena pecahan kaca, dan gas air mata. Sementara itu, tujuh anggota polisi luka-luka akibat pukulan tangan, batu, dan benda tumpul.

    Propam Polda Maluku tengah melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP). Hal ini guna memastikan proses penjemputan paksa terduga pelaku sesuai standar operasional prosedur (SOP).

    Anggota yang melanggar aturan dipastikan akan ditindak tegas. Polri tidak akan membela anggotanya yang bersalah. Total, 33 anggota Polda Maluku dipecat dengan tidak hormat akibat melakukan pelanggaran sepanjang 2021.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id