KPK Panggil Ulang Aher sebagai Saksi Suap Meikarta

    Juven Martua Sitompul - 27 Agustus 2019 10:12 WIB
    KPK Panggil Ulang Aher sebagai Saksi Suap Meikarta
    Mantan Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ahmad Heryawan. (Foto: ANTARA/Agung Rajasa)
    Jakarta: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil ulang mantan Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ahmad Heryawan. Aher akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Bekasi, milik Lippo Group.

    “Hari ini penjadwalan ulang, yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IWK (Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa),” kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa, 27 Agustus 2019.

    Aher sudah tiba di Gedung KPK. Tak banyak komentar yang dia sampaikan perihal pemeriksaan. Aher hanya menjelaskan alasan dirinya tidak hadir dalam pemanggilan sebelumnya.

    “Undangannya enggak sampai, enggak tahu saya (materi pemeriksaan),” kata Aher buru-buru meninggalkan wartawan dan masuk ke lobi KPK.

    KPK sebelumnya telah menjerat sebelas orang tersangka dalam kasus suap Meikarta. Teranyar, KPK menetapkan Iwan dan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang, Bartholomeus Toto.

    Baca juga: Deddy Mizwar Dipanggil KPK

    Iwa diduga menerima Rp900 juta untuk memuluskan Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi Tahun 2017. Sedangkan, Bartholomeus merupakan pihak yang ditugaskan PT Lippo Karawaci untuk 'menyelesaikan' izin pembangunan Meikarta dari Neneng Hasanah Yasin yang saat itu menjabat sebagai Bupati Bekasi.

    Iwa Karniwa disangkakan melanggar Pasal ‎12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Bartholomeus disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) dan Pasal 55 ayat (1) ke-1.




    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id