Tangan Kanan Eks Bupati Labuhanbatu Bawa Kabur Rp500 Juta

    Whisnu Mardiansyah - 21 November 2019 16:45 WIB
    Tangan Kanan Eks Bupati Labuhanbatu Bawa Kabur Rp500 Juta
    Ilustrasi KPK. Foto: MI.
    Jakarta: Tersangka kasus suap proyek di Labuhanbatu, Umar Ritonga, sempat buron. Selama pelarian, Umar diketahui membawa banyak uang. 

    "Terkait dengan uang Rp500 juta yang sebelumnya dibawa kabur oleh tersangka saat OTT (operasi tangkap tangan) terjadi diduga telah dihabiskan selama pelarian," ujar juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 21 November 2019. 

    Tangan kanan eks Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap itu menjadi buron KPK selama satu tahun. Dia kabur saat petugas KPK melakukan OTT pada 17 Juli 2018.

    Febri menuturkan Umar membeli satu unit rumah di atas lahan satu hektare di perkebunan sawit di Kabupaten Siak, Riau selama pelarian. "Tanah dan bangunan ini telah disita KPK dan masuk berkas perkara Umar," ungkap Febri. 

    KPK menetapkan tiga tersangka kasus dugaan suap sejumlah proyek di Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu. Ketiga tersangka itu ialah Panganol Harahap, pemilik PT Binivan Konstruksi Abadi Effendy Syahputra, dan Umar Ritonga. 

    Panganol diduga menerima suap dari Effendy Syahputra berkaitan sejumlah proyek tahun anggaran 2018. Usai pengembangan perkara, penyidik menetapkan Thamrin Ritonga, orang kepercayaan Pangonal, sebagai tersangka.

    Thamrin diduga menerima uang dari Effendy. Thamrin juga sebagai penghubung Pangonal kepada Effendy. Sogokan Rp500 juta dari Effendy diserahkan ke Pangonal melalui Thamrin pada 17 Juli 2018. Thamrin diduga mengoordinasikan proyek di Labuhanbatu.

    Pangonal, Umar dan Thamrin sebagai pihak penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Effendy selaku penyuap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

    "Umar juga dibawa hari ini ke Medan persiapan persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan," kata Febri. 

    Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK punya waktu 14 hari buat menyusun dakwaan. Sementara, Umar dititipkan di Rutan Tanjung Gusta Medan sebelum disidangkan. 



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id