Komisaris PT HTK Berkelit Soal Suap Bowo Sidik

    Juven Martua Sitompul - 04 September 2019 13:55 WIB
    Komisaris PT HTK Berkelit Soal Suap Bowo Sidik
    Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal
    Jakarta: Komisaris PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK), Theo Lekatompessy, mengeklaim tak pernah menerima laporan dari anak buahnya Asty Winasti soal komitmen fee untuk anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso. Bowo diduga menerima fee atas realisasi kontrak kerja sama sewa kapal antara PT HTK dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) untuk distribusi amoniak.

    Hal ini terungkap dalam sidang perkara suap dan gratifikasi Bowo Sidik. Theo yang dihadirkan sebagai saksi dicecar jaksa soal aliran suap untuk terdakwa Bowo Sidik.

    “Apakah Bu Asty pernah melaporkan kepada saksi bahwa terkait dengan adanya kerja sama pertukaran sewa kapal pernah disampaikan kepada saksi juga ada pemberian atau anggaran fee kepada Pak Bowo?” tanya jaksa KPK Ikhsan Fernandi dalam persidangan, Rabu, 4 September 2019.

    Theo berkelit perihal kontrak kerja sama sewa kapal menjadi urusan manajemen. “Tidak ada, Pak. Karena itu ranah manajemen ya dan kalau tahu itu dilaporkan, pasti kami larang,” jawab Theo.

    Jaksa Ikhsan juga menanyakan apakah Direktur PT HTK Taufik Agustono pernah melaporkan adanya alokasi pemberian fee untuk Bowo Sidik. Namun, Theo lagi-lagi mengaku tidak tahu.

    "Tidak ada juga, Pak. Tidak ada dibicarakan itu (soal fee)," kata Theo.

    Bowo Sidik didakwa menerima total sekitar Rp2,6 miliar dari PT HTK karena membantu proses kerja sama sewa kapal dengan PT Pilog. Uang itu diterima Bowo Sidik melalui perantara dalam bentuk USD163.733 dan Rp311 juta.

    Uang USD163.733 dan Rp 311 juta itu diterima Bowo dari General Manager Komersial atau Chief Commercial Officer PT HTK Asty Winasty dan Direktur Utama PT HTK Taufik Agustono. Uang itu diserahkan secara langsung maupun melalui orang kepercayaannya bernama M Indung Andriani.

    PT HTK sebagai perusahaan yang mengelola kapal MT Griya Borneo sebelumnya memiliki kontrak kerja sama dengan PT Kopindo Cipta Sejahtera (KCS) untuk pengangkutan amoniak. PT KCS disebut jaksa sebagai cucu perusahaan dari PT Petrokimia Gresik.

    Namun, setelah PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) didirikan, kontrak kerja sama PT HTK itu diputus. Pengangkutan amoniak dialihkan PT PIHC ke PT Pilog. PT HTK melalui Asty meminta bantuan Bowo agar PT Pilog dapat menggunakan kapal milik PT HTK, MT Griya Borneo.





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id