Ratna Sarumpaet Tak Yakin Dapat Keringanan

    Ilham Pratama Putra - 21 Juni 2019 14:35 WIB
    Ratna Sarumpaet Tak Yakin Dapat Keringanan
    Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks, Ratna Sarumpaet. (Foto: MI/Adam Dwi)
    Jakarta: Tersangka penyebar berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet tidak yakin jaksa penuntut umum (JPU) akan meringankan hukumannya. Pasalnya, dia menduga kasusnya sudah diatur.

    "Ini sangat politis. Jadi ya, saya sih enggak berharap," kata Ratna sebelum sidang replik atau mendengar tanggapan JPU atas Pleidoi yang diajukan oleh Ratna, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jum'at, 21 Juni 2019.

    Menurut dia, pertimbangan JPU tidak murni dalam memberikan dakwaan. Dia menuding ada pihak yang mengatur perkaranya.

    Dia bersikeras tidak melakukan tindak pidana. Kebohonganya pun dinilai tidak menimbulkan keonaran.

    "Sebenernya itu kan menunjukkan kebodohan mereka. Setiap orang tahu, bisa buka kamus kok apa itu keonaran. Upaya saya ya hanya meluruskan. Kalau mereka enggak mau dengar, ya mau bilang apa?" ujarnya.

    Sebelumnya, JPU menuntut Ratna enam tahun penjara. Ratna dinilai terbukti bersalah menyebarkan hoaks. 

    "Telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana menyebarkan berita bohong dengan sengaja. Menjatuhkan pidana terhadap Ratna Sarumpaet dengan pidana penjara selama enam tahun," kata koordinator JPU Daroe Tri Sadono dalam sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 28 Mei 2019.

    Ratna terbukti menyiarkan berita bohong tentang penganiayaan terhadap dirinya. Dia kemudian mengirim foto gambar wajah lebam dan bengkak kepada sejumlah orang. 

    "Berita itu mendapat reaksi dari masyarakat dan berita bohong itu menyebabkan kegaduhan, keributan atau keonaran di masyarakat baik di media sosial, media elektronik, dan telah terjadi demonstrasi," jelas Daroe.

    Daroe menyebut tuntutan ini sudah berdasarkan fakta persidangan. Jaksa tak menemukan alasan untuk membebaskan Ratna.

    Hal yang memberatkan Ratna sebagai orang berintelektual, tetapi tidak berperilaku baik. Ratna juga kerap memberikan keterangan berbelit di persidangan.

    "Yang meringankan terdakwa, terdakwa sudah minta maaf," ucap Daroe.

    Ratna dinilai melanggar Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946  tentang Peraturan Hukum Pidana.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id