KPK Minta Tambahan Jaksa

    Juven Martua Sitompul - 26 Februari 2019 15:04 WIB
    KPK Minta Tambahan Jaksa
    Wakil Ketua KPK Laode M Syarif - MI/Rommy Pujianto.
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengirimkan surat kepada Jaksa Agung M Prasetyo. Surat berisi permintaan penambahan personel untuk bekerja di lembaga antirasuah.

    Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengaku saat ini pihaknya kekurangan personel untuk menyelesaikan berbagai kasus korupsi. KPK berharap Prasetyo bisa segera mengutus anak buahnya bekerja di KPK.

    "Ya, betul ada kekurangan jaksa, tapi kita sudah bersurat kepada Jaksa Agung mudah-mudahan dapat dipenuhi dalam waktu yang sangat dekat," kata Syarif di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 26 Februari 2019.

    Syarif mengakui beberapa kasus yang ditangani KPK akhir-akhir ini jalan di tempat. Bahkan, belum bisa dilimpahkan ke pengadilan. 

    Dia menyebut salah satu faktor penghambat mandeknya pengusutan perkara itu karena kekurangan jaksa. "Idealnya itu kalau bisa 150 lah jaksanya, sekarang kan kurang dari 100 dan mereka kan sidangnya bukan cuma di Jakarta ya, di luar Jakarta juga semua Pengadilan Tipikor," ujar dia. 

    (Baca juga: KPK Minta Tambahan Personel dari Kejagung)
     
    Syarif optimistis Kejaksaan Agung bakal segera mengutus anggotanya bekerja di KPK. Dengan begitu, kata dia, semua perkara yang jalan di tempat segera dituntaskan.

    "Jadi ya memang agak susah tapi Insyaallah kita bisa mendapatkan Jaksa," pungkas dia. 

    Ini bukan kali pertama KPK meminta tambahan jaksa. Permintaan serupa pernah disampaikan KPK saat dipimpin Taufiequrachman Ruki. Ruki menyatakan KPK membutuhkan tambahan jaksa.
     
    Saat itu, Ruki meminta tambahan 50 jaksa penuntut kepada Prasetyo karena jumlah yang ada di KPK masih jauh dari ideal. Ruki mengatakan banyak kasus yang mangkrak akibat kekurangan jaksa.

    Pada 2018, Ketua KPK Agus Rahardjo juga sudah meminta tambahan jaksa. Masalah kecukupan personel dianggap sebagai kendala yang serius bagi KPK.
     
    "Supaya lebih banyak jaksa yang ditugaskan di KPK. Bottleneck-nya itu karena kurangnya jaksa yang ada di KPK," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Sasana Pradana Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin No 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 24 Juli 2018.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id