comscore

JK Nantikan Perubahan Saldi Isra dari Pengamat ke Eksekutor

M Rodhi Aulia - 11 April 2017 19:42 WIB
JK Nantikan Perubahan Saldi Isra dari Pengamat ke Eksekutor
Wakil Presiden Jusuf Kalla--Metrotvnews.com/Dheri Agriesta
medcom.id, Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) banyak berharap terhadap Saldi Isra, Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menggantikan Patrialis Akbar. JK berharap sikap kritis Saldi dapat berdampak baik bagi internal MK.

"Selama ini (Saldi Isra) menjadi pengamat yang kritis. Nah sekarang bagaimana tranformasinya dengan baik, dari pengamat menjadi eksekutor," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa 11 Maret 2017.
Saldi dikenal sebagai ahli di bidang hukum tata negara. Terobosan Saldi mengeksekusi suatu kasus ditunggu banyak pihak.

"Bukan hanya mengamati selama ini, memberikan komentar. Itu beda. Itu kebiasaan untuk memberikan komentar, diwawancarai atau menulis, tiba-tiba tidak boleh berikan komentar. Sebagai hakim, harus eksekusi," terang JK. JK berharap Saldi dapat mengeksekusi gagasan briliannya selama ini di MK.

Baca: Saldi Isra: Saya Masih Perlu Dibimbing

Presiden Joko Widodo resmi melantik Saldi Isra sebagai hakim MK. Saldi diputuskan oleh Presiden Joko Widodo menjadi hakim konstitusi melalui serangkaian proses seleksi. Dia dipilih karena rekam jejak, integritas, dan kemampuannya yang dinilai lebih baik dari dua kandidat lainnya.

Saldi sendiri meminta bantuan dan bimbingan delapan hakim lainnya. Dia masih perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan di MK.

"Selama proses awal ini tentu saya harus dibimbing oleh para Hakim Konstitusi," kata Saldi ketika memberikan kata sambutan dalam acara penyambutan di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa 11 April 2017.

Baca: Jadi Hakim MK, Saldi Mundur dari Komisaris Semen Padang

Dia mengaku banyak hal yang belum disiapkan untuk menduduki jabatan barunya. Saldi ingin bisa berkonsentrasi dan menimba banyak ilmu dari rekan hakim konstitusi lainnya.

Saldi Isra adalah ahli hukum tata negara yang menjabat guru besar pada Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat. Dia banyak melahirkan tulisan di bidang tata negara dan dukungan kepada gerakan antikorupsi.

Ia mendapatkan gelar Master of Public Administration dari Universitas Malaya, Malaysia, pada 2001. Gelar doktor dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, diraihnya pada 2009 dengan predikat cum laude.

Beragam penghargaan dia raih. Di antaranya Tokoh Muda Inspiratif versi Kompas (2009), Bung Hatta Anti-Corruption Award (2004), dan Megawati Soekarnoputri Award sebagai Pahlawan Muda Bidang Pemberatansan Korupsi (2012).

(YDH)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id