• DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK : Tanggal 14 AGUSTUS 2018 terkumpul RP 9.930.978.132

PNS Dinas Pertanahan Kukar Mengaku tak Kenal Abun

Faisal Abdalla - 16 Mei 2018 22:12 wib
Terdakwa Bupati Kutai Kartanegara non aktif Rita Widyasari
Terdakwa Bupati Kutai Kartanegara non aktif Rita Widyasari (kiri) memerhatikan pernyataan saksi dalam sidang lanjutan di Gedung Pengadilan Tipikor, Bungur, Jakarta Pusat, Rabu (16/5). (Foto: MI/Susanto).

Jakarta: PNS staf administrasi Dinas Pertanahan Kutai Kartanegara (Kukar), Siti Aminah mengaku tak mengenal Direktur Utama PT Sawit Golden Prima (GSP) Hery Susanto Gun alias Abun. Abun diduga menyuap bupati nonaktif Kukar, Rita Widyasari terkait pemberian izin lokasi perkebunan kelapa sawit di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman, Kukar. 

"Saya di Administrasi Pertanahan dari 2009 sampai 2016 akhir," kata Siti di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu 16 Mei 2018. 

Siti mengaku saat menjadi pegawai administrasi di Dinas Pertanahan dirinya bertugas meregister permohonan izin, menceklis permohonan izin, hingga membuat draf SK izin lokasi. 

Baca juga: Dua PNS Kukar Bersaksi di Persidangan Bupati Rita

Ia mengakui sempat mengurus surat permohonan perizinan untuk PT SGP yang dipimpin Abun. Namun ia mengaku tak pernah berhubungan langsung dengan Abun. 

"Perusahaan sawitnya tahu. Dengan Pak Hery (Abun) tidak kenal," bebernya.

Meski begitu, ia tak memungkiri mengenal pegawai PT SGP, Timothius Mangintung. Ia mengaku berhubungan dengan Timothius saat PT SGP mengajukan permohonan izin perkebunan. 

"Beliau ini sering urus administrasi ke Dinas Pertanahan," ungkapnya.

Baca juga: Anak Buah Rita Makan Gratis saat Abun Urus Izin

Direktur Utama PT SGP Hery Susanto Gun alias Abun dituntut 4,5 tahun penjara. Abun dinilai terbukti menyuap Bupati nonaktif Kutai Kartanegara Rita Widyasari terkait pemberian izin lokasi perkebunan kelapa sawit di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman, Kukar. 

Akibat kasus ini, Bupati nonaktif Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari dan Komisaris PT Media Bangun Bersama Khairudin didakwa menerima gratifikasi uang sejumlah Rp469 miliar. Uang itu diterima Rita terkait perizinan pelaksana proyek pada dinas-dinas di Kabupaten Kukar. 

Rita dan Khairudin didakwa melanggar Pasal 12 huruf B Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP.


(HUS)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.