Samin Tan Segera Diadili

    Candra Yuri Nuralam - 03 Juni 2021 20:00 WIB
    Samin Tan Segera Diadili
    Pemilik PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Tbk (PT BORN) Samin Tan. (Foto: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso)



    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merampungkan berkas tersangka sekaligus pemilik PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Tbk (PT BORN), Samin Tan. Dia segera diadili dalam kasus dugaan korupsi proses pengurusan transmisi kontrak perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B) PT AKT di Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral.

    "Hari ini tim penyidik melaksanakan tahap dua, yakni penyerahan tersangka dan barang bukti tersangka ST (Samin Tan) kepada tim jaksa penuntut umum (JPU) karena sebelumnya telah dilakukan penelitian kelengkapan berkas perkara sehingga dinyatakan lengkap," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Kamis, 3 Juni 2021.

     



    Samin Tan akan ditahan lagi selama 20 hari terhitung mulai 3-22 Juni 2021. Penahanan Samin Tan menjadi tanggung jawab jaksa.

    "Ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Gedung Merah Putih," ujar Ali.

    Jaksa akan menyusun dakwaan dalam 14 hari kerja. Setelah dakwaan rampung, jaksa akan menyerahkan ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat.

    Baca: KPK Ultimatum Saksi Kasus Samin Tan

    Samin Tan diduga menyuap mantan Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih. Tujuannya, Eni membantu proses pengurusan terminasi kontrak PKP2B PT AKT di Kementerian ESDM. AKT telah diakuisisi PT BORN.

    Eni menyanggupi permintaan Samin Tan. Eni selaku anggota Panja Minerba di Komisi VII saat itu bahkan menggunakan forum rapat dengar pendapat untuk memengaruhi pihak Kementerian ESDM.

    Eni juga diduga meminta sejumlah uang kepada Samin Tan untuk keperluan pilkada suaminya, Muhammad Al Khadziq, di Kabupaten Temanggung. Pemberian itu terjadi dalam dua tahap melalui staf Samin Tan dan tenaga ahli Eni.

    Pemberian pertama, pada 1 Juni 2018, sebanyak Rp4 miliar dan pemberian kedua Rp1 miliar pada 22 Juni 2018. Total suap yang diterima Eni sebanyak Rp5 miliar.

    Samin Tan disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id