comscore

Gubernur Nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah Dituntut 6 Tahun Penjara

Candra Yuri Nuralam - 15 November 2021 14:29 WIB
Gubernur Nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah Dituntut 6 Tahun Penjara
Gubernur nonaktif Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah. Foto: Medcom/Candra
Jakarta: Gubernur nonaktif Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah menjalani sidang tuntutan hari ini, 15 November 2021. Jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta hakim memberikan vonis enam tahun penjara.

"Menjatuhkan kepada terdakwa M Nurdin Abdullah oleh karena itu dengan pidana penjara selama enam tahun dan denda sebesar Rp500 juta subsidair enam bulan kurungan," kata JPU pada KPK Zainal Abidin dalam sidang virtual, Senin, 15 November 2021.
Jaksa juga meminta hakim memberikan hukuman pidana pengganti Rp3,187 miliar dan SGD350 ribu ke Nurdin. Pidana pengganti itu wajib dibayar dalam sebulan oleh Nurdin setelah putusan berkekuatan hukum tetap.

"Jika tidak maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut, dalam hal terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka dijatuhi pidana selama satu tahun," ujar Zainal.

Jaksa juga meminta hakim memberikan pencabutan hak dipilih dalam jabatan publik selama lima tahun ke Nurdin. Hukuman itu baru bisa dilakukan setelah Nurdin bebas dari pidana penjara.

Jaksa menilai hukuman itu sesuai untuk Nurdin. Pasalnya, dia merupakan penyelenggara negara yang seharusnya tidak boleh memberikan contoh korupsi ke masyarakat.

Baca: KPK Ogah Turuti Permintaan Bupati Banyumas Soal OTT

Lalu, tindakan korupsinya menyakiti harapan dan kepercayaan rakyat. Kemudian, hukuman Nurdin perlu diperberat karena pernah mendapatkan penghargaan Bung Hatta Anti Corruption Awards.

"Yang semestinya mampu memberikan inspirasi untuk mempengaruhi masyarakat atau lingkungan dalam pemberantasan korupsi," tutur Zainal.

Hal yang meringankan yakni Nurdin belum pernah dipenjara. Selain itu, Nurdin bersikap sopan selama persidangan dan mempunyai tanggungan keluarga.

Nurdin enggan terburu-buru menanggapi tuntutan. Pasalnya permintaan enam tahun penjara itu belum final.

"Itu kan masih tuntutan. Ya sudah tunggu saja, doain ya," ujar Nurdin di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

(NUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id