Incar Orang Papua, Aksi Teroris OPM Disebut Semakin Brutal

    Juven Martua Sitompul - 13 Juni 2021 22:43 WIB
    Incar Orang Papua, Aksi Teroris OPM Disebut Semakin Brutal
    Ilustrasi Medcom.id.



    Jakarta: Pengamat intelijen dan terorisme, Stanislaus Riyanta, menyesalkan aksi teroris organisasi Papua merdeka (OPM). Sebab, kekejaman OPM akhir-akhir ini kerap menyasar orang asli Papua (OAP).

    Stanislaus menyebut OPM atau kelompok kriminal bersenjata (KKB) ini semakin brutal. Mereka menggunakan kekerasan untuk meraih tujuan.

     



    "Cara-cara dan gerakan mereka sudah sesuai dengan definisi terorisme dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018. Aksi ini juga dapat dinilai bahwa mereka semakin tertekan sehingga meningkatkan intensitas aksinya," kata Stanislaus kepada wartawan, Minggu, 13 Juni 2021.

    Stanislaus berharap kerja sama antara aparat keamanan dengan masyarakat diperkuat. Aparat keamanan harus hadir melindungi masyarakat, dan masyarakat harus percaya penuh kepada aparat keamanan.

    Tindakan kelompok teroris OPM dinilai semakin kejam. Bahkan OAP yang menjadi korban teroris OPM terus berjatuhan.

    Terakhir, pada Jumat 4 Juni 2021, dilaporkan sebanyak tiga orang tewas dalam aksi teror yang dilakukan kelompok teroris OPM. Satu di antaranya adalah Patianus Kogoya seorang kepala kampung di Nipuralome, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.

    Pria kelahiran Ilaga 14 Juli 1975 ini mengalami luka tembakan pada kepala bagian belakang. Hal ini terungkap saat Kepala Kampung Kago, Denis Wonda, bersama 9 OAP lainnya melaporkan kejadian penembakan terhadap 6 OAP ke Polres Puncak. Tiga OAP dinyatakan meninggal dan sisanya mengalami luka-luka.

    Baca: Kontak Senjata di Sugapa, 1 KKB Tewas

    Di saat bersamaan, Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait sejumlah bangunan di Bandara Aminggaru, Ilaga, yang dibakar teroris OPM, pada Kamis 3 Juni 2021.

    I Nyoman kemudian berkoordinasi dengan pihak TNI untuk mengevakuasi para korban. Dengan menumpang 1 truk, gabungan dari Satgas Pamtas Mobile Yonif 715/MTL dan Satgas Apter Persiapan Koramil Mayuberi yang dipimpin Letda Ckm dr. Lonal M (Dokter Yonif R 715/MTL) berangkat dari Pos Satgas Apter Persiapan Koramil Mayuberi, Kampung Kago, menuju Kampung Nipuralome.

    Setibanya di lokasi, Satgas mengevakuasi para korban ke Puskesmas Ilaga. Dari Puskesmas itu dapat dipastikan identitas korban. Salah satunya, Patianus Kogoya. Keluarga korban kemudian membawa jenazah ke Kampung Nipuralome dengan ambulan Puskesmas dan dikawal pihak Polri.

    Sebelum penembakan kepala kampung Patianus Kogoya, kisah tragis juga dialami pelajar asli Papua bernama Ali Mom yang menjadi korban Kebiadaban teroris OPM. Ali Mom ditembak kelompok Lekagak Telenggen.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id