Bos Penyedia Bansos Diminta Renovasi Ruang Kerja Sespri Juliari

    Fachri Audhia Hafiez - 08 Juni 2021 20:39 WIB
    Bos Penyedia Bansos Diminta Renovasi Ruang Kerja Sespri Juliari
    Sidang pemeriksaan saksi kasus korupsi paket bansos sembako dalam rangka penanganan covid-19. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez



    Jakarta: Direktur PT Era Nusantara Prestasi sekaligus pemilik CV Nurali Cemerlang, Go Erwin, mengaku pernah diminta merenovasi ruang kerja sekretaris pribadi mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara, Selvy Nurbaity. Nilai renovasi ruangan mencapai Rp30,1 juta.

    "Ada pekerjaan, kebetulan saya sebagai mitra kerja (Kementerian Sosial) merenovasi ruangan beliau (Selvy)," kata Erwin saat persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 8 Juni 2021.

     



    Jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) M Nur Azis heran karena uang tersebut tercatat dalam barang bukti pembayaran vaksin. Erwin membantah bukti tersebut.

    Jaksa Azis kembali heran karena uang Rp30,1 juta tersebut justru tercatat diberikan Erwin kepada Selvy. Padahal, Erwin yang mendapat tugas merenovasi ruangan.

    "Semakin buyar saya, saudara mengerjakan proyek di ruang Bu Selvy? Saudara memberikan uang untuk Bu Selvy? Biasanya kalau saya butuh barang, saya sudah pesan tolong dong dibayar, itu pun dari si pemberi, bukan yang punya kerja," ujar Azis.

    (Baca: Saksi Ungkap Anak Buah Juliari Bayar Pengacara Hotma Rp3 Miliar)

    Erwin menjelaskan dia mendapat tugas merenovasi ruangan Selvy atas perintah pejabat pembuat komitmen (PPK) bantuan sosial (bansos) Kementerian Sosial (Kemensos) Adi Wahyono. Adi menyuruh Erwin memberikan fulus tersebut kepada Selvy untuk membeli sendiri perabot di ruangannya.

    Beberapa barang yang dibeli berupa lampu gantung, pajangan, dan sejumlah pohon. Uang yang diberikan Erwin kepada Selvy rencananya diganti oleh Kemensos melalui Adi.

    "Ada beberapa barang yang beliau (Selvy) ingin (beli), seperti itu. 'ibu tolong yang beli saja, nanti bonnya kasih saya, reimburse. Saya ganti habis itu saya tagih ke Kemensos', seperti itu," terang Erwin.

    Erwin diperiksa sebagai saksi untuk terdakwa PPK Bansos Kemensos Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono. Perusahaan Erwin merupakan salah satu penyedia bansos sembako terkait covid-19 yang mendapatkan pekerjaan 307 ribu paket.

    Adi dan Joko didakwa bersama-sama mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara menerima uang dari penyedia barang untuk pengadaan paket bansos sembako dalam rangka penanganan covid-19.

    Juliari disebut menerima suap secara bertahap. Fulus Rp1,28 miliar diperoleh dari Harry Van Sidabukke.

    Uang tersebut diterima Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono. Berikutnya Juliari menerima Rp1,96 miliar dari Direktur Utama PT Tigapilar Agro Utama, Ardian Iskandar Maddanatja.

    Juliari juga diduga menerima Rp29,25 miliar dari sejumlah pengusaha penyedia bansos sembako. Seluruh rangkaian penerimaan duit itu dilakukan pada Mei-Desember 2020.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id