comscore

Diduga Hilangkan Bukti Tewasnya Brigadir J, 25 Polisi Berpotensi Jadi Tersangka

Siti Yona Hukmana - 05 Agustus 2022 09:11 WIB
Diduga Hilangkan Bukti Tewasnya Brigadir J, 25 Polisi Berpotensi Jadi Tersangka
Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto. Dok. Tangkapan Layar.
Jakarta: Sebanyak 25 anggota polisi diperiksa inspektorat khusus (irsus) bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo karena diduga menghilangkan barang bukti dalam kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (J). Puluhan anggota polisi itu berpotensi menyandang status tersangka.

"Rekomendasi daripada Bapak Irwasum (Komjen Agung Budi Maryoto) nanti akan dijadikan dasar, apakah perlu kita lakukan peningkatan status mereka menjadi bagian daripada para pelaku di dalam Pasal 55 dan 56 KUHP," kata Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto, Jumat, 5 Agustus 2022.
Pasal 55 dan 56 KUHP ini telah dipersangkakan kepada tersangka Bhayangkara Dua (Bharada) Richard Eliezer Pudihang Lumiu (E). Kedua pasal itu bisa juga diterapkan kepada 25 polisi yang diduga menghilangkan barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP).

"Pasal 55 dan 56 adalah ada yang melakukan, menyuruh melakukan perbuatan pidana ataupun karena kuasanya ia memberikan perintah untuk melakukan kejahatan termasuk memberi kesempatan dan bantuan, sehingga kejahatan itu bisa terjadi. Ini akan menjadi landasan kita dalam melakukan proses penyidikan yang kita lakukan," ungkap Agus.

Dari 25 personel itu, kata Agus, tiga berpangkat brigadir jenderal (brigjen) atau perwira tinggi (pati) bintang satu. Kemudian, ada juga lima kombes, tiga AKBP, dua kompol, tujuh panma, dan lima bintara serta tamtama.
 

Baca: Polisi yang Diduga Hilangkan Bukti Tewasnya Brigadir J Berpotensi Bertambah


Puluhan personel itu dari berbagai kesatuan, yakni Divisi Propam, Polres Jakarta Selatan, Bareskrim dan Polda Metro Jaya. Sebanyak empat dari 25 personel telah ditempatkan khusus selama 30 hari. Puluhan personel itu masih menjalani pemeriksaan oleh irsus tim khusus (timsus).

"Nantinya apabila ada proses ditemukan pelanggaran pidana daripada perbuatan-perbuatan yang dilakukan, baik itu menghalangi proses penyidikan, menghilangkan barang bukti, menyembunyikan barang bukti. Sehingga menghambat proses penyidikan, nantinya akan (ditetapkan tersangka) setelah menjalani proses pemeriksaan kode etik," ujar jenderal bintang tiga itu.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id